• Monday, 16 May 2022
  • Waktu Server 16:19 WIB

Dari Festival Hingga Sup, Tradisi Tahun Baru di Korea Selatan

Caption: Korea Tourism Organization Indonesia Article

Solopos FM, Korea Selatan memiliki tradisi unik kala merayakan Tahun Baru di Korea setiap tahunnya. Dikutip dari laman officialholidays, berikut tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Korea ketika Tahun Baru tiba.

 

Kapan Tahun Baru Di Korea Berlangsung?

 

Masyarakat Korea mengenal tahun baru dengan sebutan Seoullal. Tahun baru ini merupakan hari pertama dari kalender lunar Korea, serta terjadi pada 1 Februari di tahun 2022.

Hari libur tradisional ini merupakan hari libur penting, karena terdiri dari periode perayaan yang dimulai pada Hari Tahun Baru. Tahun Baru Korea ini berlangsung selama 35 hari.

Sedangkan pada tahun ini, tahun baru Korea juga bertepatan dengan tahun baru imlek. Karena hal tersebut, melalui perjanjian perundingan bersama, maka kegiatan bisnis di Korea tutup selama tahun baru imlek yang berlangsung tiga hari

Baca juga : Rekomendasi Tempat Rayakan Natal di Korea Selatan (Part 1)

 

Di Korea Selatan, acara festival ini berpusat pada reuni keluarga, makanan, dan menenangkan leluhur. Saat Tahun Baru berlangsung, biasanya orang dewasa mengenakan hanbok, yang merupakan pakai tradisional berwarna-warni.

Hanbok pada wanita terdiri dari kemeja blus atau jaket dan juga chima, lalu ada rok lilit yang biasanya dikenakan penuh. Sedangkan hanbok pada pria biasanya terdiri dari baju, dan juga baji yang artinya dalam bahasa Korea yaitu celana dalam.

 

Sup Yang Dimakan Setahun Sekali

 

Pada saat tahun baru sedang berlangsung, masyarakat Korea biasa memakan tteoguk yang merupakan makanan tradisional Korea. Tteoguk merupakan sup dengan kue beras yang diiris secara tipis.

Menurut tradisi yang ada di sana, Tahun Baru Korea hampir sama dengan perayaan ulang tahun Korea. Sedangkan, Tteoguk adalah bagian dari perayaan ulang tahun. Jadi, ketika kita selesai menyantap Tteoguk maka umur kita akan bertambah satu tahun.

Dalam penyajian Tteoguk, masyarakat Korea dapat memakannya dengan kuah bening atau kuah kental. Hal ini tergantung pada daerah Korea mana yang kita tinggali.

Jika tinggal di desa atau kota yang dekat dengan laut, biasanya kuah Tteoguk akan berwarna bening karena mereka menggunakan makanan laut sebagai bahan dasar dalam membuat kuahnya.

Jika masyarakat Korea tinggal di pedalaman, mereka biasa menggunakan tulang sapi sebagai bahan dasar dalam mengolah kuahnya.

 

Malam Tahun Baru

 

Ketika malam tahun baru, masyarakat Korea biasa merayakannya dengan pesta dan juga bermain kembang api seperti kebiasaan orang barat.

Namun pada tradisi baru-baru ini, masyarakat Korea membunyikan Lonceng Bongshingak yang merupakan lonceng bersejarah. Lonceng ini dibangun pada tahun 1936, tetapi sekarang hanya dibunyikan pada Tahun Baru Imlek saja.

Selain itu, Yunmori merupakan permainan papan tradisional Korea yang biasa dimainkan pada saat malam tahun baru oleh masyarakat Korea.

 

Festival Bersejarah dan Liburan Modern

 

Pada masa pemerintahan imperealis Jepang dari tahun 1895-1945, Tahun Baru Imlek tidak diperbolehkan dirayakan karena dianggap boros dari segi moral dan ekonomi. Karena itu, tradisi Seollal baru diakui sebagai libur remi pada tahun 1945.

Hal itu menjadi libur populer Korea, ketika Korea Selatan bergeser ke arah kediktatoran militer menuju masyarakat pada tahun 1980-an, tekanan dari masyarakat mengalami peningkatan yang menyebabkan hari libur ditambahkan ke tanggalan sebagai periode tiga hari.

 

Penulis : Amara Verisa

Editor : Avrilia Wahyuana

Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar