Tips Bekerja di Tengah Wabah Virus Corona

Tips Bekerja di Tengah Wabah Virus Corona

SoloposFM, Merebaknya wabah virus corona membuat beberapa perusahaan dan instansi pemerintahan, utamanya di negara terdampak mewajibkan karyawannya bekerja dari rumah.

Beberapa manajer perekrutan pun mencari berbagai panduan untuk mempersiapkan gangguan operasional tenaga kerja sekaligus cara-cara menjaga kesehatan karyawan.

Lantas, bagaimana bagi pekerja yang tidak memiliki opsi untuk bekerja di rumah karena keadaan dan jabatannya?

Dikutip CNBC, selain mematuhi instansi kesehatan setempat, para ahli menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mendukung para pekerja terkait wabah virus corona ini.

Cuti sakit yang dibayar

Meski pekerja tak memiliki opsi bekerja di rumah, para pekerja yang sakit tetap disarankan untuk tinggal di rumah. Itu adalah rekomendasi terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona di tempat kerja.

Sayangnya, 90 persen pekerja tetap bekerja meski saat sakit. Alasan utamanya karena terlalu punya banyak pekerjaan, tidak ingin ambil cuti saat sakit, dan merasakan beragam tekanan dari manajemen dan kolega untuk terus bekerja.

Dan bagi banyak orang, mengambil cuti sakit berarti tidak mendapat gaji di hari tersebut. Memang, saat ini tidak ada hukum yang mewajibkan pengusaha membayar cuti sakit. Tapi sebagai gantinya, beberapa negara mengharuskan pengusaha memberikan cuti sakit yang tetap dibayar kepada pekerja yang memenuhi syarat.

Ketika bekerja di rumah bukan pilihan

Jika bekerja di rumah bukan sebuah pilihan bagi para pekerja, perusahaan harus mengatur penjadwalan dan mengambil opsi bekerja jarak jauh. Bahkan ahli strategi tempat kerja Cali Williams Yos menyarankan, perusahaan untuk mengadopsi langkah fleksibilitas kerja.

Caranya, pekerja duduk bersama manajer mereka, menjalani tanggung jawab harian mereka, dan menentukan mana yang dapat dikerjakan secara remote alias jarak jauh. Di sisi lain, pekerja juga mesti siap menentukan apa yang akan mereka butuhkan saat bekerja jarak jauh, mulai dari akses komunikasi jarak jauh dengan perusahaan, alat komunikasi, konferensi video, dokumen dan sebagainya.

Komunikasi dengan HRD

Penting bagi pekerja untuk memahami apa saja yang tercakup dalam kepesertaan dan sampai sejauh mana cakupannya bila jatuh sakit dan membutuhkan perawatan medis. Pekerja bisa menelepon atau mengirim pesan kepada spesialis human resources untuk membuat keputusan tentang kesehatan dan keuangan mereka.

Pekerja juga dapat mengeksplorasi apakah perusahaan menyediakan akses ke kesehatan mental profesional jika wabah berdampak pada kesehatan mental mereka.

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment

Play Streaming Now!!
Play Video Streaming Now!!