• Friday, 19 August 2022
  • Waktu Server 01:29 WIB

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Refleksi Terbimbing

Caption: Kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, menerapkan kegiatan refleksi terbimbing untuk mengevaluasi dan mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran Matematika

SoloposFM, Refleksi merupakan elemen kunci untuk menggali nilai kekuatan dan kelemahan diri sendiri secara kritis. Dengan demikian, murid bersama guru akan mengetahui dan merenungi proses kegiatan pembelajaran.

Refleksi bersama perlu melibatkan murid, tidak semata dilakukan oleh guru. Refleksi adalah kegiatan pemberian umpan balik atau penilaian dari murid terhadap guru setelah mengikuti serangkaian proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu.

Andi Arfianto, guru Matematika kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, menerapkan kegiatan refleksi terbimbing untuk mengevaluasi dan mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran Matematika yang sudah terlaksana selama sepekan beberapa waktu yang lalu.

Menurut Andi, kegiatan refleksi terbimbing menjadi media untuk mendokumentasikan perasaan, gagasan, pengalaman, serta praktik baik yang telah selesai dilakukan. Murid dan guru terdorong untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.

 

Refleksi menggunakan model 4F yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway, yaitu Facts (peristiwa), Feelings (perasaan), Findings (pembelajaran), Future (penerapan),” ujar Andi.

Baca juga : Inspirasi Kemandirian dari Anak Berkebutuhan Khusus di Pameran Produk ASEAN Paragames 2022

 

Manfaat

 

Andi menyebut ada tiga manfaat bagi murid terkait penerapan refleksi terbimbing. Pertama, ruang bagi murid untuk  berpikir apakah pembelajaran yang selama ini dilakukan sudah maksimal, sehingga mereka dapat memikirkan langkah-langkah selanjutnya untuk meningkatkan prestasinya.

Kedua, sebagai ruang ekspresi positif murid terhadap guru mengenai proses belajar mengajar. Ketiga, dapat melatih keterampilan murid untuk menulis dan menyampaikan gagasan reflektif.

Selanjutnya, Andi menyampaikan langkah-langkah melakukan kegiatan refleksi terbimbing. Murid diminta menuliskan refleksi pada lembar kertas berwarna kuning yang sudah dibagikan.

Dimulai dari tahap peristiwa (Facts), menuliskan pengalaman atau peristiwa penting saat mengikuti pembelajaran Matematika selama sepekan. Terkait hambatan atau permasalahan yang dialami saat mengikuti pembelajaran dan solusi untuk mengatasinya.

Langkah selanjutnya adalah perasaan (Feelings). Murid menuliskan perasaan saat mengikuti kegiatan pembelajaran dan alasannya berdasarkan pengalaman yang dilakukan.

Langkah ketiga, yaitu pembelajaran (Findings). Murid menuliskan pemahaman materi pembelajaran yang sudah didapatkan, apakah bisa memahami secara utuh atau hanya sebagian saja.

Langkah terakhir, yaitu penerapan (Future). Murid menuliskan rencana tindakan untuk perbaikan setelah belajar dari peristiwa atau pengalaman yang sudah didapatkan.

Salah satu murid kelas IV, Amira Carabella Najwa Wibowo, merasa senang dengan kegiatan ini. Ia bisa menuliskan semua langkah refleksi dengan lancar.

“Saya bisa belajar menuliskan perasaan saya selama mengikuti pembelajaran Matematika,” pungkas Bella.

Baca juga : Pelajar Belajar Kesetaraan di Venue ASEAN Paragames Solo 2022

 

Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar