• Monday, 6 - 02 - 2023
  • Waktu Server 02:32 WIB

Tiga Tips Sederhana Bangun dan Jaga Eksistensi Bisnis di Kala Pandemi

Caption:

Solopos FMDua tahun sejak hadirnya pandemi di Indonesia, banyak sekali perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari kebiasaan dalam beraktivitas, bertransaksi, hingga dalam menjalankan bisnis. Dengan adanya keterbatasan pada aktivitas masyarakat selama pandemi, banyak juga usaha yang mulai merambah jalur penjualan secara digital, melengkapi adanya toko fisik mereka. Semakin lama, ide-ide usaha baru pun bermunculan.

Salah satu sosok yang terdorong untuk mencari peluang berwirausaha baru di masa pandemi adalah Dewi Yuliastuti, pemilik Kedai 49 Joy. Sebelum membuka Kedai 49 Joy, Dewi adalah seorang pegawai kantoran yang kemudian terjun ke dunia wirausaha melalui bisnis pulsa dan ponsel. Namun, setelah pandemi datang dan omzetnya menurun drastis, sosok yang akrab disapa Dewi tersebut memutuskan untuk terjun ke bidang wirausaha lain dan membuka usaha kulinernya sendiri bersama dengan suaminya. Di bulan Februari 2021, Kedai 49 Joy dibuka untuk pertama kalinya di halaman rumah mereka dan kini telah berhasil memikat hati masyarakat Surabaya dengan berbagai hidangan dan minuman yang ramah dengan kantong pelanggan.

“Tidak dapat dipungkiri pandemi telah memberikan dampak yang besar pada kehidupan masyarakat, termasuk saya. Banyak tantangan dan kesulitan yang saya dan suami sempat hadapi, namun kami selalu fokus pada sisi positif untuk terus maju dan mencari peluang usaha yang bisa membawa berkah bagi keluarga. Oleh karena itu, usaha yang kami rintis pun cukup beragam hingga akhirnya kami fokus pada Kedai 49 Joy. Awalnya bisnis ini kami mulai dari ide yang cukup sederhana, yakni untuk menyediakan tempat bagi banyak orang untuk berkumpul dengan yang nyaman. Selain itu, kami juga mengedepankan tersedianya beragam menu makanan dan minuman yang murah dan pastinya enak yang dapat dinikmati oleh pengunjung bersama teman dan keluarga,” ujar Dewi.

Setelah genap satu tahun Kedai 49 Joy berdiri, Dewi telah mendapatkan banyak pelajaran dari pengalamannya menghadapi berbagai tantangan saat membangun bisnis di masa pandemi. Ia memiliki tiga tips yang dapat diterapkan oleh siapapun yang berkeinginan untuk mengikuti jejaknya dan membuka usaha sendiri. Tiga tips sukses dalam membangun bisnis di kala pandemi menurut Dewi adalah:

  • Kalahkan rasa takut

Salah satu hal yang paling mudah dalam memulai suatu bisnis adalah memikirkan konsep awalnya. Yang terbukti sulit adalah memiliki keberanian untuk kemudian merealisasikan berbagai ide yang muncul dan tekun untuk mempelajari berbagai hal baru sembari menjalani prosesnya. Banyak orang yang merasa patah semangat saat pertama merencanakan bisnis dan mempelajari berbagai macam strategi bisnis. Padahal kenyataannya belum tentu seluruh strategi bisnis yang ada cocok dengan bisnis yang kita tekuni. Kita harus berani untuk mulai melangkahkan kaki dan mencari tahu strategi apa yang cocok untuk diterapkan, dan kemudian mengembangkan bisnis kita dengan lebih baik lagi. Hal itu tidak bisa kita lakukan jika kita tidak mengalahkan keraguan dan rasa takut terhadap memulai suatu bisnis. 

  • Miliki semangat pantang menyerah

Saat memulai dan membangun suatu bisnis, hal yang akan terus hadir adalah tantangan untuk membuat bisnis kita berkembang semakin baik lagi. Akan datang kalanya di mana omzet bisnis kita baik dan tinggi, namun akan datang juga kalanya di mana omzet akan menurun karena dampak dari berbagai hal. Ketika omzet bisnis menurun, bukan berarti bisnis kita gagal. Justru diperlukan semangat yang tinggi di momen-momen seperti itu untuk kita mencari jalan keluar dari tantangan yang dihadapi. Seperti halnya di masa pandemi yang masih berlangsung saat ini, diperlukan semangat untuk dapat terus menghadirkan layanan atau produk yang dibutuhkan masyarakat, yang kini mungkin sudah memiliki kebiasaan yang berbeda dari sebelumnya. 

  • Terus berinovasi dan hasilkan ide baru

Jika kedua tips sebelumnya sudah diterapkan, tips terakhir ini dapat mendorong agar dapat bertahan bertahun tahun adalah jangan berhenti mengeluarkan ide baru dan inovasi. Bisa dimulai dari inovasi produk, tempat, hingga layanan seperti yang dilakukan Kedai 49 Joy yang namanya memiliki makna untuk membawa kebahagiaan melalui 70 varian menu bagi pelanggan. Beragam menu favorit seperti nasi paru pedas, ayam geprek, mozza stick, milkshake, mojito, es coklat dan lainnya pun dapat dibeli mulai harga Rp8.000 – Rp23.000. 

Selain itu, di masa pandemi Dewi selaku pemilik pun dengan cepat berinovasi dalam hal layanan, melihat banyaknya pelanggan yang mulai menyukai transaksi yang cashless. Untuk itu, Kedai 49 Joy mengadopsi layanan pembayaran digital ShopeePay untuk memberikan transaksi aman dan cepat. Ditambah lagi promo cashback yang diberikan ShopeePay pun semakin menarik minat konsumen untuk terus bertransaksi di gerainya.

Berkat ketiga prinsip tersebut, Kedai 49 Joy dapat melewati berbagai tantangan yang ada dan dapat bertahan di masa pandemi sekalipun. 

“Saya berharap, dengan masuk ke dalam ekosistem digital dan dengan bantuan teknologi ShopeePay, Kedai 49 Joy dapat terus eksis dan membawa kebahagiaan tidak hanya bagi pelanggan tapi juga para karyawan. Sejak masuk ke dalam ekosistem ShopeePay pada bulan Juni tahun 2021, Kedai 49 Joy merasa sangat terbantu ditunjukkan oleh transaksi penjualan online Kedai 49 Joy yang meningkat hingga 20%,” ujar Dewi.

Telah berpartisipasi dalam berbagai kampanye ShopeePay, pada tanggal 7-13 Maret 2022 ini, Kedai 49 Joy kembali bergabung dalam kampanye ShopeePay Cashback Terus dimana pelanggan dapat menikmati berbagai menu yang ditawarkan dengan promo Cashback 80% untuk setiap transaksi menggunakan ShopeePay.[]

Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar