SMP Muhammadiyah PK Solo Peduli Korban Karhutla, Gelar Sholat Istisqa Hingga Galang Dana

SMP Muhammadiyah PK Solo Peduli Korban Karhutla, Gelar Sholat Istisqa Hingga Galang Dana

SoloposFM, Suasana penuh kekhusyukan tampak saat 268 siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo bersama para guru melaksanakan sholat Istisqa (Sholat minta hujan) dan doa bersama di halaman futsal sekolah pada Jumat (27/9/2019). Kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana dan masker untuk korban Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kabut asap di Kalimantan dan Sumatera.

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo mengatakan kegiatan aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian para siswa dan sekolah terhadap korban Karhutla dan kabut asap di Kalimantan dan Sumatera.

“Alhamdulillahirobbil’alamin pada hari ini serempak siswa dan guru turun ke lapangan untuk melaksanakan sholat istisqa dan penggalangan dana. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun rasa empati dan kepedulian siswa terhadap sesama dan meringankan beban korban Karhutla dan kabut asap,” jelas Aryanto dalam rilis yang diterima Solopos FM.

Sebelumnya kami sampaikan informasi kepada siswa dan orang tua bahwa pada hari ini sekolah mengadakan aksi kemanusiaan. Alhamdulillah respon dari orang tua siswa baik sehingga pada penggalangan dana kali ini terkumpul Rp10.646.000 dan 35 dus masker serta kurang lebih 100 plastik berisi masker.

“Dana dan masker yang terkumpul tersebut disalurkan lewat LazisMu (Lembaga Amal Zakat, Infaq, dan shodaqah Muhammadiyah) Kota Solo, semoga dapat meringankan beban para korban,” jelas Aryanto.

Sebagai pembelajaran kepada siswa maka imam sholat pun dilaksanakan oleh perwakilan siswa yaitu Caesar Gian Indrariski siswa kelas 9. Siswa tersebut dipilih karena sudah mumpuni dalam pemahaman agama. Seusai sholat, Ustaz Ichsan Widayanto memberikan tausiyah tentang pentingnya tawakal kepada Allah SWT. Para siswa pun diajak berdoa kepada Allah SWT agar Allah SWT senantiasa memberikan nikmat berupa air hujan.

Kegiatan dilanjutkan dengan membangun empati para siswa lewat karya literasi. Kegiatan diawali dengan launching angkringan Garasi Tawa (Gerakan Literasi Tambah Wawasan) yang dilanjutkan dengan membuat poster bertema Indonesia Bebas Asap. Poster para siswa yang terbaik akan dipajang di lingkungan sekolah.

“Angkringan Garasi Tawa ini akan menjadi salah satu sarana penggerak literasi para siswa dan menumbuhkan minat baca siswa. Rencananya angkringan akan diletakkan di lobi sekolah,” papar Aryanto.

Adlyn Filzah Izzati, siswa kelas 8 sangat mendukung dengan adanya kegiatan kemanusiaan ini. Menurutnya peristiwa kebakaran hutan itu membuat rasa prihatin di antara kita.

Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga peristiwa kemarau dan kebarakan hutan segera teratasi. Semoga dana yang terkumpul hari ini bisa meringankan beban para korban,” ungkap Adllyn.

[Avrilia Wahyuana]

Post Comment