• Monday, 27 September 2021
  • Waktu Server 22:02 WIB

SMP Muhammadiyah PK Gelar Lomba Olimpiade Nasional 2021

Caption:

SoloposFM, Untuk menunjukkan daya juang peserta didik dan tetap berprestasi pada masa pandemi covid-19, SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar kompetisi olimpiade tahunan Plasmic (PK Olympiad Social, Mathematics, and Science). Acara tersebut berlangsung secara daring pada 25-30 September 2021. Mengangkat tema “Brace Yourself to Be the Champion”, perlombaan ini menyasar siswa-siswi kelas 5 dan 6 SD/MI di seluruh Indonesia.

 

Peserta Olimpiade

 

Miftahul Arozaq, Ketua Pelaksana Plasmic 2021, dalam rilis yang diterima SoloposFM mengatakan Plasmic terdiri atas Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Olimpiade Matematika, Sains, dan Sosial. Lebih lanjut, untuk pendaftaran dapat dilakukan mulai dari 26 Agustus s.d. 24 September 2021.

Sementara itu, proses perlombaan akan berjalan dalam dua tahap, yaitu babak penyisihan dan babak final. Tahap Lomba Cerdas Cermat (LCC) kategori kelompok, meliputi babak penyisihan tanggal 25 September, semifinal 29 September, dan final 30 September 2021 pada pukul 13.00 WIB. Adapun perlombaan olimpiade kategori individu (IPS, Matematika, dan IPA) berlangsung pada tanggal 29 September 2021 pukul 13.00 WIB. Para peserta akan memperebutkan medali juara, sertifikat, dan uang pembinaan. Pengumuman kejuaraan akan berlangsung secara langsung pada 30 September 2021 di Youtube PKTv.

“Saya berharap pelaksanaan Plasmic dapat menggairahkan semangat anak-anak dalam belajar dan beprestasi sehingga terbangun kepercayaan diri yang positif. Are You Ready? Brace Yourself to be the Champion,” pungkas Rozaq.

Sementara itu, untuk informasi lebih lanjut terkait olimpiade, peserta bisa mengakses link atau menghubungi nomor berikut.

  1. Pendaftaran
  2. Panduan Teknis Lomba
  3. Ustaz Nur Solikhin (081567823019) dan Ustazah Sofi Maharani (081556343208).

 

Persiapan Jelang PTM

 

Hand sanitzer

 

Ada yang menarik dalam kesiapan jelang PTM terbatas di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta. Pasalnya, karya siswa dan guru, yaitu hand sanitizer antiseptik sikura kemayu (sirih, kulit rambutan, kemangi, lidah buaya, dan jeruk) akan mewarnai upaya pencegahan penularan covid-19 di sekolah. Karya tersebut sudah melakukan pengujian sebelumnya kepada guru dan karyawan sekolah.

Sementara itu, ratusan siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP Muhammadiyah PK Kottabarat pun sudah mendapatkan suntikan vaksin. Hal tersebut sebagai salah satu upaya persiapan jelang pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta dalam rangka percepatan vaksinasi covid-19 di Surakarta.

Baca juga: BPJS Kesehatan Luncurkan Care Center 165, Simplifikasi Rujukan Thalasemia dan Hemofilia Serta Jurnal JKN

Muhdiyatmoko selaku Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menambahkan berdasarkan data, 90 persen siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta sudah tervaksin baik secara mandiri maupun kolektif.

Pada kesempatan yang sama, Muhdiyatmoko menuturkan bahwa secara sarana dan prasarana seperti fasilitas kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah dipersiapkan sesuai dengan aturan tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi covid-19.

“Sesuai dengan aturan, jarak meja antar siswa 1,5 meter. Kemudian, siswa wajib di thermogun dan cuci tangan sebelum masuk, maksimal kapasitas 50 persen, dan pembelajaran dibuat blender learning, 50 persen siswa tatap muka dan 50 persen siswa daring, dan waktunya kurang lebih 2 jam,” jelasnya.

 

Buku Saku

 

Selain itu, para siswa dibekali buku saku panduan protokol kesehatan sebagai petunjuk yang wajib dilaksanakan ketika PTM terbatas. Buku tersebut memuat standar operasional prosedur (SOP) dari keberangkatan siswa dari rumah menuju sekolah, penyambutan kedatangan siswa, proses pembelajaran, pemanfaaatan fasilitas sekolah, hingga kepulangan siswa menuju ke rumah. Rencananya PTM dimulai dari siswa kelas 9 selanjutnya kelas 8 dan kelas 7.

Lebih lanjut, Muhdiyatmoko sebelumnya sekolah sudah minta persetujuan kepada orang tua melalui angket. Hasilnya, 90 persen orang tua sudah menyetujui PTM terbatas.

“Kita juga minta berkomitmen bersama orang tua untuk bekerja sama menjaga kondisi anak agar berangkat sehat dan pulang juga sehat,” tutupnya.

 

[Diunggah oleh Dany Sekty Anggoro]

About author
Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar