• Tuesday, 27 September 2022
  • Waktu Server 20:03 WIB

Sineas ‘Top Gun : Maverick’ Tidak Menyangka Film Mereka Sukses Besar

Caption: Poster film Top Gun : Maverick

SoloposFM, Sutradara dan produser film itu tak menyangka filmnya, ‘Top Gun: Maverick,’ bisa sesukses sekarang, terlebih setelah sempat mengalami beberapa kali penundaan perilisan. Sekuel film ‘Top Gun’ berhasil merajai tangga box office dan menjadi salah satu film paling laris sepanjang masa.

Film itu diprediksi akan mengambil alih posisi film ‘Avengers: Infinity War’ sebagai film terlaris keenam sepanjang sejarah box office Amerika Serikat. Film ‘Top Gun: Maverick’ menjadi kisah sukses box office tahun 2022 dengan meraup pendapatan $1,4 miliar di seluruh dunia.

Pencapaian tersebut menjadi semakin istimewa mengingat perilisan film itu sempat ditunda beberapa kali, terutama karena pandemi COVID-19. Bagi sutradara, Joseph Kosinski, dan bintang utama sekaligus produsernya, Tom Cruise, pencapaian Top Gun adalah sebuah kejutan.

Baca juga : ‘Pink Venom’ BLACKPINK Jadi MV K-Pop 2022 Tercepat yang Melampaui 200 Juta Views

 

Rajai Box Office

 

Kepada Reuters, Joseph mengaku “sering sekali” bertukar pesan dengan Tom ketika mereka melihat ‘Top Gun: Maverick’ terus merajai box office.

“Sering sekali. Kami sering sekali berbincang atau berkirim email karena saya rasa kami tidak percaya betapa banyak pihak yang menyukai film ini. Inilah buah dari perjuangan kami, yang kami upayakan, ini adalah impian semua sineas, bagaimana film yang Anda garap menyentuh banyak orang. Tetapi tak satu pun dari kami yang menyangka ini akan terjadi,” kata Kosinski.

Sementara itu, Jerry Bruckheimer, yang memproduseri ‘Top Gun’ tahun 1986 dan ‘Top Gun: Maverick,’ tahu apa yang membuat filmnya sukses.

“Tom sudah membuat banyak film dengan banyak aktor, penulis dan sutradara berbakat, dan kamilah yang beruntung karena bisa mendapatkan ilmu yang ia pelajari selama bertahun-tahun, yang ia berikan kepada ‘Top Gun’ dan menjadi alasan kesuksesan film ini sekarang. Semua upaya agar film ini bisa menjadi sebaik mungkin adalah usahanya. Ia selalu bilang, ‘kita harus mengalahkan rekor prekuel film ini’ dan kami bekerja sangat keras untuk mewujudkannya,” ujar Bruckheimer.

Film yang juga dirilis secara digital pada 23 Agustus lalu – meski masih tayang di bioskop – itu dianggap sebagai pahlawan industri bioskop oleh banyak orang. Joseph mengaku banyak orang menghampirinya dan memberitahunya bahwa mereka kembali jatuh cinta dengan bioskop berkat ‘Top Gun: Maverick.’

“Baca juga : Kolombia Akui Musik Salsa asli Cali sebagai Warisan Budaya Tak Benda 

 

Film Blockbuster Terganjal

 

Film Hollywood berbujet besar (blockbuster) seringkali gagal diganjar Piala Oscar. Pihak Academy lebih sering memilih film-film lebih kecil. Film blockbuster terakhir yang berhasil memenangkan penghargaan Film Terbaik Academy Awards yaitu ‘The Lord of the Rings: The Return of the King’ tahun 2003.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi Hollywood selama pandemi, pertanyaan kini menyeruak apakah kini merupakan waktu yang tepat untuk kembali mengganjar film yang berhasil membawa para penonton kembali ke gedung bioskop dengan penghargaan Oscar.

“Saya rasa Academy akan menentukan apakah film ini layak dinominasikan untuk Piala Oscar. Menurut saya, ini film yang hebat, penonton pun berpikir demikian,” kata Bruckheimer.

“Kami membuatnya untuk bioskop, kami membuatnya untuk penonton, kami membuat film ini untuk orang-orang di belakang layar yang senang menjadi bagian dari ‘Top Gun’ dan kami harap Academy dan badan pemungutan suaranya juga melihat itu. Yang jelas, semua orang ingin kerja kerasnya diakui oleh industri ini dan semua yang terlibat film ini pun demikian,” tambahnya.

Bruckheimer juga merespons soal kemungkinan adanya sekuel dari film Top Gun: Maverick ini mengingat kesuksesan yang diraih oleh dua film pertama.

“Saya tidak tahu. Semoga saja penonton ingin ada kelanjutannya, tapi semuanya tergantung pada apakah kami bisa mendapatkan cerita yang tepat? Apakah Tom memang mau terlibat lagi? Sangat sulit rasanya untuk membuat film ketiga ketika dua film pertama menyentuh emosi orang-orang di seluruh dunia. Membuat film ketiga akan lebih sulit daripada membuat yang kedua,” ujar Bruckheimer.

Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar