SD Muhammadiyah 1 Solo Mulai PTM

SD Muhammadiyah 1 Solo Mulai PTM

SoloposFM, Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Ketelan Solo kembali membuka sekolah tatap muka (PTM) hari ini, Rabu (5/5/2021). Para siswa terpantau mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Mereka siap melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di kelas pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.

 

Kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti, mengatakan sasaran uji coba PTM ini terbatas yaitu kelas 5A hingga 5D. Mereka menempati 4 ruang. Tiap kelas berisi 50% dari jumlah peserta didik. Untuk separoh sisanya mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui aplikasi zoom meeting unlimited.

 

Baca juga : 3 Promo Spesial di Puncak ShopeePay Big Ramadan Deals Besok! Bikin Heboh!

 

Pada Rabu ini, mereka mengikuti pembelajaran mata pelajaran Tahfidz, Kemuhammadiyahan, bahasa Inggris, Tematik, dan Matematika. Sedangkan untuk peserta PTM pada Kamis (6/5/2021) besok, mata pelajarannya adalah Tahfidz, Tematik, bahasa Arab, dan bahasa Jawa.

“Sekolah sudah menyiapkan semua kelengkapan untuk mendukung PTM saat pandemi, di antaranya komponen, toilet bersih, sarana cuci tangan, disinfektan, ketersediaan fasilitas kesehatan, pemetaan warga berbasis data dan pendukung keterlaksanaan PTM dan adanya satgas Covid-19 di sekolah, dari 116 siswa yang izin 4 siswa,” papar Sayekti dalam rilis yang diterima Solopos FM.

 

Baca juga : ShopeePay Gandeng Indomaret Perluas Jangkauan Pembayaran Digital

 

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Tridjono, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kota Solo dokter Aswin, Komite Sekolah Kartono dan  Pengawas gugus II Korwil III Kecamatan Banjarsari Tri Winarni serta Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Dwi Ariyatno.

 

Pantauan Disdik

 

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Dwi Ariyatno, mengungkapkan sekolah diperbolehkan menyelenggarakan PTM terbatas asalkan memenuhi protokol kesehatan sesuai aturan pada SKB 4 menteri.

 

“SD Muhammadiyah 1 Ketelan salah satu SD yang disiapkan PTM dengan pola baru. Yang harapan kami menjadi salah satu percontohan dan rujukan untuk sekolah-sekolah yang lain dalam proses pembelajaran. Satu tahun yang lalu sangat terpukul adanya pandemi Covid-19. Kita bisa mengawali proses pembelajaran untuk layanan pendidikan yang lebih baik. SD Muh 1 kami lihat sudah cukup bagus baik sarpras, prosesnya, dan pengawasannya,” ujar Dwi Ariyatno.

Angelina, salah satu peserta didik kelas 5B, mengaku sangat bahagia bisa masuk sekolah karena sudah lama belajar di rumah. “Hari pertama sekolah, saya sangat bahagia bisa masuk sekolah karena hampir satu tahun lebih belajar dari rumah. Dan hari ini bisa ketemu guru dan teman-teman,” ungkap Angelina.

 

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment