SD Muhammadiyah 1 Solo Maju LSS Tingkat Karesidenan Surakarta

SD Muhammadiyah 1 Solo Maju LSS Tingkat Karesidenan Surakarta

SoloposFM, SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo mewakili Kota Solo maju dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Eks Karesidenan Surakarta. Penilaian dalam rangka LSS tersebut telah dilaksanakan tim juri di sekolah setempat Senin (19/8/2019), yang juga dihadiri Pengawas gugus II Drs. Mulyanto, M.Pd, Komite Sekolah Drs. H. Muchsin al Rasyid, dan Eny Wahyuni dari Puskesmas Stabelan.

Sebagaimana rilis yang diterima Solopos FM, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo, Jatmiko mengatakan, ada beberapa hal dinilai oleh tim juri dalam LSS tersebut. Seperti ketersediaan sarana dan prasana penunjang sekolah sehat, pelaksanaan kegiatan usaha kesehatan sekolah (UKS), perilaku hidup sehat peserta didik, dan lain-lain.

’’Kami juga menyiapkan berbagai hal untuk menghadapi penilaian dari dewan juri dalam LSS tersebut, jauh hari sebelumnya,’’ ujar Jadmiko.

Bentuk persiapan itu, meliputi UKS modern dilengkapi 1 set alat periksa gigi plus dokter yang menanganinya, ruang laboratorium MIPA, Botani, Radio Solo Belajar, Komputer dan Bahasa, Karawitan, Musik, Perpustakaan terakreditasi A, dan Musholla. Sekolah juga telah memiliki toilet terpisah putra-putri, adanya poster “Tidak Merokok di Sekolah”, Inovasi Bank Sampah, Apotik Hidup, optimalisasi tugas Dokter Kecil (Dokcil), dan 30 Ekstrakurukuler terutama yang berhubungan dengan perilaku berisiko..


’’Tahun 2018, kita juara I, dengan adanya piagam tertanggal 27 Agustus 2018 Kepala Dinas Pendidikan, Etty Retnowati, SH., MH,’’ tambah Jadmiko.

Menurutnya, upaya-upaya yang dilakukan itu selaras pula dengan prestasi SD Muh 1 yang berhasil memperoleh penghargaan Adiwiyata tingkat kota, Kantin sehat tersertifikat dinkes. Memasuki usianya yang ke-84 tahun, sekolah ini telah mendapatkan sejumlah predikat, di antaranya Sekolah Dasar Swasta Rujukan Versi Kemendikbud RI, Sekolah Model Pustekkom, Sekolah Percontohan Program Simpanan Pelajar KIA, dan sekolah unggulan serta rujukan budaya baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Sekolah Sehat, bukan merupakan tujuan akhir. Namun yang utama pihaknya ingin terus menerus menggelorakan semangat dan komitmen dalam mewujudkan sekolah sehat, baik dalam aspek kesehatan jasmani mapun rohani. ’Sehingga kami berharap nantinya akan terbentuk karakter dan budaya sehat di warga sekolah baik siswa, guru karyawan maupun orang tua untuk menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar,’’ papar Jadmiko.

Salah satu tim penilai, Hartoyo meminta para guru harus bisa menjadi teladan bagi para siswanya, dan terus memotivasi siswa-siswanya untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

’’Terkait sekolah sehat, SD Muh 1 cukup baik di sarpras dan inovasi kantin. Kembangkan program parenting di Trias UKS untuk murid, guru, komite, orang tua, tingkatkan kebersihan di kompleks SD sesuai slogan, pola pikir guru ramah anak tingkatkan, perkuat jejaring dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), tambah dokter kecil dan guru yang berdiklat UKS. Implementasikan Germas di sekolah, sehingga target kartu golongan darah murid dan guru diraih,’’ pesan Hartoyo.

[Avrilia Wahyuana]

Post Comment