SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Siap Maju Lomba Sekolah Sehat Nasional

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Siap Maju Lomba Sekolah Sehat Nasional

SoloposFM, Pemerintah kota Solo mengapresiasi sekolah-sekolah Solo yang juara tingkat provinsi dan menjadi wakil dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional tahun depan. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Sosial Budaya Pemerintahan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Sumilir Wijayanti, dalam rapat koordinasi Pembinaan dan Koordinasi Lintas Sektor untuk Persiapan Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional di Ruang Rapat B (Penelitian) Bapppeda Kota Solo, Senin (2/12/2019).

Rakor tersebut dihadiri 41 peserta dari Bappeda, perwakilan Dinas Perhubungan kota Solo, UPT Puskesmas Manahan, UPT Puskesmas Setabelan, UPT Puskesmas Gilingan, Yayasan Gita Pertiwi, hingga Dewan Pendidikan Kota Solo.

Selamat SD Muhammadiyah 1 Ketelan meraih Peringkat 1, SMP Negeri 1 Peringkat 2 dan TK Warga peringkat 3. Terima kasih untuk komitmen semua pihak. Semoga anak-anak sehat secara fisik, pergaulan dan psikologis. Di tahun 2020 akan kita kembangkan sekolah sehat dengan peraturan walikota, sehingga cakupan yang juara menjadi role model, dan pusat-pusat pembelajaran,” ujar Sumilir Wijayanti.

Sumilir menambahkan pembangunan karakter manusia di koat Solo, sesuai konsep 3WMP (Waras, Wasis, Wareg, Mapan dan Papan). Yaitu dnegan dengan membangun 5 Budaya, yang meliputi gotong royong, memiliki, merawat, menjaga, mengamankan kota Solo dan isinya.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Hj Sri Sayekti SPd Mpd, yang hadir dalam rakor ini, mengatakan, melalui rakor tersebut semua pihak menyamakan persepsi. Rakor seklaigus membahas persiapan menghadapi penilaian Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional. Menurutnya, banyak elemen dalam penilaian LSS sehingga harus disiapkan oleh masing-masing sekolah. Pemkot juga membantu menyosialisasikan sekolah sehat pada masyarakat, siswa, dan juga orang tuanya.

”Program pokok Usaha Kesehatan Sekolah meliputi pendidikan kesehatan. Kami punya guru UKS, program kemitraan Puskesmas Stabelan, DLH Solo, hingga Pertanian. Sedangkan pelayanan diarahkan konseling kesehatan, pelayanan medik gigi dan pembinaan lingkungan diwujudkan Bank Sampah, Kantin sehat, PHBS, upaya terciptanya sekolah kawasan bebas asap rokok dan toilet kejujuran,” paparnya dalam rilis yang diterima Solopos FM.

Sayekti menegaskan, sesuai dengan hasil rapat koordinasi bahwa titik berat LSS adalah karakter sehat jasmani dan rohani. Maka sekolah harus berkoordinasi internal dengan lintas sektoral, mulai dari RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan tingkat kota.

”Harus bersama-sama menyukseskan LSS untuk Solo, Jawa Tengah dan Nasional,” tutur Sayekti.

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment