SD Muh 1 Solo Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Komite Sekolah

SD Muh 1 Solo Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Komite Sekolah

SoloposFM, Komite sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo periode 2021-2023 telah terbentuk pada Jum’at (29/1/2021). Melalui kepengurusan baru ini sekolah berharap akan dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan.

 

Komite sekolah dikukuhkan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo, Drs H Yatimun. Surat Keputusan Kepala Sekolah No 242/III.4.AU/A/I/2021, menetapkan Komite yaitu Drs Harminto, H Sukendar, Kartono, Rusmanto, Windarti, Danik Dwi Lestari dan Heru Prasetyo dan Ria Susanti.

 

“Untuk mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak kekinian, semua pemangku kepentingan perlu berkomitmen untuk bergotong royong menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran. Inovasi-inovasi ini harus relevan dan berdampak baik untuk mencapai tujuan utama kita semua, yaitu peningkatan kualitas belajar di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Hj Sri Sayekti SPd MPd.

 

Harapan bagi Komite

 

Lebih lanjut Sayekti berharap, dengan terbentuknya pengurus komite sekolah yang baru dapat membantu kemajuan sekolah pendidikan karakter berbasis TIK dan budaya. Upaya ini untuk menyongsong sekolah penggerak demi memajukan pendidikan Indonesia.

 

”Komite sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan, pemerataan pembangunan dan efisien pengelolaan pendidikan di sekolah,” ujarnya.

 

 

Baca juga : SD Muhi Persiapkan Bahan Ajar 2021 Via Webinar

 

Komite sekolah adalah pengganti dari badan pembantu penyelenggara pendidikan meskipun secara substansi istilah tersebut masih nampak sama, namun perbedaannya justru terletak pada peran masyarakat dalam mewujudkan dan mendukung mutu pendidikan.

 

Lebih dioptimalkan pada dasarnya komite sekolah sendiri merupakan badan mandiri sebagai wadah peranan masyarakat untuk meningkatkan pemerataan mutu dan juga efisiensi pengelolaan dalam satuan pendidikan.

 

”Komite tidak ada artinya, jika orangtua siswa tidak mendukung, dengan harapan bahwa komite dapat mewadahi partisipasi baik individu maupun kelompok suka rela pemerhati atau pakar pendidikan yang peduli kualitas pendidikan secara proporsional dan profesional,” tegasnya.

 

Menurut Sayekti, komite adalah sarana untuk menjembatani dan turut serta memasyarakatkan kebijakan kepada pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dan kewenangan.

 

“Hakekat pendidikan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua dan masyarakat. Selaras dengan perkembangan tuntutan terhadap kualitas pelayanan yang muaranya sekolah berkualitas berkedaban dan berkeunggulan,” pungkasnya.

 

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment

Play Streaming Now!!
Play Video Streaming Now!!