Rayakan HUT ke-12, The Sunan Hotel Solo Beri Penghargaan Ke Penyanyi Keroncong Waldjinah

Rayakan HUT ke-12, The Sunan Hotel Solo Beri Penghargaan Ke Penyanyi Keroncong Waldjinah

SoloposFM, Manajemen The Sunan Hotel Solo memberikan penghargaan kepada legenda Keroncong, Waldjinah, Rabu (27/11/2019). Waldjinah mendapatkan penghargaan ”Prasetya Adidarma Swara“ sebuah penghargaan yang diberikan kepada sosok yang setia pada seni suara. Penyanyi kelahiran Solo, 7 November 1945 ini, memulai karier menyanyinya sejak umur 12 tahun.

Selama 55 tahun karier musiknya Waldjinah menjadi penjaga budaya. Kesetiaan Beliau luar biasa. Dedikasi dan kecintaannya kepada musik keroncong pantas mendapatkan apresiasi. Beliau telah mengabdikan kecintaannya pada dunia seni, terutama tembang-tembang langgam berbahasa Jawa yang sarat akan pesan kebajikan,” tutur General Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari.

Sebagaimana rilis yang diterima Solopos FM, penyerahan penghargaan dilakukan disela Konser Musik Eksklusif Abah Lala. yang digelar di Grand Ballroom The Sunan Hotel Solo. Rabu, 27 November 2019. mulai pukul 19.00 wib – selesai. Acara Ulang tahun yang dikemas dalam konser musik ini dihadiri oleh seluruh karyawan The Sunan Hotel Solo, tamu undangan dan tokoh-tokoh masyarakat kota Solo.

Gelaran Konser Abah Lala ini sekaligus menutup seluruh rangkaian ulang tahun The Sunan Hotel Solo. Ulang tahun ke 12 ini mengambil tema “Celebrating Local Pride“ atau merayakan kebanggaan lokal. Dimana hotel ini juga memiliki kepedulian yang besar terhadap kekuatan dan kearifan lokal seperti Rasa Lokal, Gaya Lokal, Karya Lokal dan Musik Lokal termasuk didalamnya kekuatan dan potensi budaya lokal yang turut menguatkan pariwisata,” ungkap Retno Wulandari.

Abah Lala & MG 86 adalah grup musik lokal asal Boyolali yang populer di kalangan anak muda dan netizen dengan senggakan lagu Cendol Dawetnya. Selain Abah Lala juga ditampilkan tarian rancak dari Kabupaten Karanganyar yaitu Tari Srawung lawu.

Sebagai hotel dengan merk Lokal, kami ingin merangkum potensi budaya Solo Raya dalam rangkaian pertunjukkan yang menghibur dan membangun kecintaan pada budaya lokal,” imbuh Retno Wulandari.

[Avrilia Wahyuana]

Post Comment