• Thursday, 20 January 2022
  • Waktu Server 19:31 WIB

Ragam Kesenian Korea Selatan Yang Harus Sobat Tau!

Caption: Tarian khas Korea Selatan

SoloposFM, Berbiacara tentang seni, setiap negara selalu memiliki kesenian yang berbeda sehingga menjadikan ciri khas dari suatu negara tersebut. Tidak terkecuali Negara Korea yang memiliki ragam kesenian yang menarik untuk dibahas. Mulai dari tarian khas sampai musik khas masyarakat Korea Selatan akan kita kupas satu persatu.

Dilansir dari laman 90daykorean, berikut kita tampilkan ragam kesenian khas negeri ginseng tersebut.

 

Tarian Khas Korea Selatan

 

Dilihat dari sejarahnya, tarian Korea Selatan dibentuk dari ritual perdukunan yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Seiring dengan perkembangan waktu dan dinasti yang sudah berganti, tarian rakyat telah berevolusi dan berkembang dari tarian ritualistik tersebut.

 

Baca juga : Sebelum Berkunjung Ke Korea Selatan, Berikut Hal Menarik Yang Harus Sobat Tau!

 

Ada 12 jenis tarian tradisional yang masih populer hingga sekarang karena masyarakat Korea masih melestarikan serta menjaga kebudayaan ini. Berikut beberapa tarian tradisional tersebut :

탈춤 (talchum) : orang-orang yang menari biasanya mengenakan topeng

가인전목단 (gainjeonmokdan) : tarian ini memiliki arti ‘wanita cantik yang memetik bunga botan’. Dalam pertunjukannya, penari akan memetik bunga botan yang berada di tengah panggung. Penari melakukan tarian tersebut secara lemah gemulai.

농악 (nong-ak) : bukan hanya sebagai tarian rakyat saja, namun Nong-ak merupakan pertunjukan musik yang menggunakan alat musik sebagai iringannya. Elemen utama dari irigannya tersebut berupa alat musik perkusi. Nong-ak merupakan ‘musik petani’ yang biasa dipentaskan para petani sebagai hiburan saat melepas rasa lelah.

부채춤 (buchaechum) : sekelompok wanita menarikan tarian ini menggunakan kipas

 

Lukisan Korea

 

Lukisan merupakan salah satu kesenian yang menjadi kebudayaan di Korea Selatan sejak zaman prasejarah. Pada awalnya pada zaman dahulu menggunakan batu cadas sebagai medianya. Orang-orang membentuk lukisan dengan ukiran pada batu tersebut.

Semenjak Buddhisme masuk ke Korea, teknik melukis yang benar mulai diajarkan, orang-orang dengan cepat mempelajarinya. Salah satu contohnya yaitu kaligrafi.

 

Tembikar Korea

 

Tembikar merupakan kesenian khas Korea Selatan. Sejarah adanya tembikar dan keramik di Korea Selatan sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Bahan serta gayanya telah berubah selama dinasti Goryeo hingga Joseon. Mulai dari menggunakan tanah liat hingga berganti menjadi porselen. Kerajinan keramik di Korea Selatan ini juga memberi pengaruh kuat dalam membentuk keramik Jepang.

 

Baca juga : Dari Festival Hingga Sup, Tradisi Tahun Baru Di Korea Selatan

Musik di Koea Selatan

 

Musik rakyat khas Korea Selatan dikenal dengan nama  판소리 (pansori). UNESCO bahkan sudah menetapkan kebudayaan ini sebagai kekayaan budaya yang tidak berwujud. Dalam pertunjukannya, ada satu orang penyanyi dan satu drummer. Selain itu, beberapa lagu dari Pansori juga membutuhkan penari atau narator.

Jenis musik lain yaitu ada 풍물 (pungmul), merupakan musik di Korea yang melibatkan permainan genderang, nyanyian, dan juga tarian.

Selain musik rakyat tersebut, musik istana Korea merupakan bentuk lain dari musik tradisional khas Korea. Perkembangan awalnya pada Dinasti Joseon yang mendapatkan beberapa pengaruh dari musik istana yang berada di China.

Ada tiga jenis musik istana, yang pertama yaitu 아악 (aak). Jenis musik ini diambil langsung dari China dan ditampilkan dalam upacara negara. Masyarakat Korea masih menjaga tradisi musik ini hingga sekarang. Selain itu, masyarakat Korea juga mementaskan menggunakan musik ini pada beberapa upacara Konfusianisme.

Yang kedua ada 향악 (hyangak), merupakan seni kebudayaan yang berasal dari masyarakat Korea. Yang ketiga ada 당악 (dangak), yang memadukan antara gaya musik khas istana China dengan Korea.

 

Penulis : Amara Verisa

Editor : Mita Kusuma

About author
Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar