• Monday, 27 September 2021
  • Waktu Server 23:13 WIB

PPKM Mikro Diperketat Lagi, Sobar Solopos: Jangan Abai!

Caption:

SoloposFM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melarang balita, ibu hamil dan lansia memasuki mal/pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional maupun tempat wisata/hiburan di Kota Solo, mulai Selasa (29/6/2021) kemarin.

Keputusan itu tercantum dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota No.067/2022 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Peran Satuan Tugas Tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Setiap orang juga dilarang mengajak mereka mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan dasar keputusan tersebut adalah peningkatan kasus Covid-19 dalam selama sepekan terakhir.

Larangan itu sempat dicabut selama dua pekan karena tren kasus yang turun. Aturan terbaru berlaku hingga 6 Juli mendatang. Selain pencabutan izin balita ke tempat publik, SE juga mengakomodasi Instruksi Mendagri. Jam operasional mal dibatasi sampai pukul 20.00, menyesuaikan instruksi pemerintah pusat.

 

Pendapat Pendengar

Pengetatan kembali kebijakan PPKM Mikro mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Hal itu setidaknya terlihat dari hasil polling yang dibuat SoloposFM dalam sesi Dinamika 103, Rabu (30/6/2021). Sebanyak 54 persen Sobat Solopos berpendapat pengetatan PPKM Mikro tidak efektif menekan penambahan kasus. Sedangkan 46 persen lainnya menilai kebijakan tersebut efektif menekan lonjakan kasus penularan Covid-19.

Hal itu seperti disampaikan Sobat Solopos, Sanusi di Kartasura, “Kebijakan yang tidak konsisten dalam menerapkan pergerakan manusia yang dilakukan oleh otoritas pemerintah dan provinsi. Ini adalah kegagalan kolektif, dan apapun programnya ketika disiplin dipertaruhkan karena faktor ekonomi maka hasilnya adalah sia-sia.”

Sementara menurut Ahmad, “Semua aturan akan megacu pada kebaikan, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kasus di India contohnya, hanya karena abai. Nah, di sini kalau kita semua melaksanakan aturan dengan bertanggung jawab maka hasilnya akan lain. Optimis (kalau kita semua bertanggung jawab dalam melaksanakannya), tentunya prokesnya juga dilakukan dengan penuh tanggung jawab.”

Hal senada disampaikan Tika di Solo, “Kalau semua masyarakat punya kesadaran yang sama untuk taat prokes dan mengikuti semua imbauan dan kebijakan PPKM Mikro, saya yakin bisa efektif menekan penambahan kasus Covid-19. Jadi ayolah, jangan ada yang abai dan egois. Kalau kita kompak saling jaga dengan prokes ketat, pasti bisa keluar dari pandemi ini.”

 

[Diunggah oleh Mita Kusuma]

About author
Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar