• Monday, 16 May 2022
  • Waktu Server 16:23 WIB

Persagi Surakarta: Penderita Skizofrenia Bisa Dibantu Melalui Intervensi Gizi

Caption: Bincang Sore Gizi, Selasa (29/3/2022), dengan narasumber Hartini, S. Gz, ahli gizi yang bertugas di RSJD Surakarta.

SoloposFM, Skizofrenia adalah Penyakit mental kronis yang menyebabkan terganggunya proses berpikir. Penderita skizofrenia tidak bisa membedakan  khayalan dan kenyataan

Studi telah menemukan bahwa orang yang  hidup dengan skizofrenia cenderung makan  kurang sehat, lebih banyak lemak jenuh dan  kurang serat dalam makanan. Akibatnya berisiko insiden penyakit fisik yang  lebih tinggi seperti obesitas, diabetes,  hipertensi, masalah jantung dan masalah  pernapasan.

SoloposFM bersama Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Surakarta membahasnya dalam Bincang Sore Gizi, Selasa (29/3/2022), dengan narasumber Hartini, S. Gz, ahli gizi yang bertugas di RSJD Surakarta.

Menurut Hartini, diet yang seimbang sangat penting karena  masalah dengan berat badan yang banyak  dialami oleh skizofrenia. Obat antipsikotik  yang digunakan dapat menyebabkan kenaikan  berat badan.

Baca juga :  Sedang Penat di Tengah Kesibukan? Ini Lima Cara untuk Berikan Kekuatan Super Menjalani Side Hustle 

 

Penatalaksanaan Diet

 

Untuk asupan protein, lemak, vitamin dan mineral  harus disesuaikan dengan penyakitnya, bentuk makanan cair, lunak  atau makanan biasa dapat diberikan secara oral, enteral atau parenteral sesuai dengan tingkat  kesadaran pasien.

Pada  dimensia, pengaturan diet dan penyusunan  menu makanan di sesuaikan dengan status gizi  pasien, pemberian vitamin dan mineral untuk  meningkatkan daya tahan tubuh

“Tujuannya melalui intervensi gizi diharapkan  mampu berperan pada fase pencegahan dan  pengobatan gangguan jiwa,” ungkapnya.

Cara mengatur diet anatra lain dengan mengkonsumsi makanan berkarbohidrat komplek. Seperti kentang,  pasta atau nasi, dan pilih yang lebih tinggi serat  seperti beras merah atau kentang di kulitnya.

Konsumsi buah dan sayuran dalam diet lima porsi  per hari juga konsumsi lebih banyak serat   20-30 gram serat setiap  hari. Selain itu juga dengan makan ikan yang mengandung asam lemak esensial, tiga  porsi ikan  setiap minggu. Contohnya salmon, mackerel,  trout, herring, sarden dan pilchard.

“Pasien juga harus mengurangi lemak jenuh, gula dan garam. Cara  terbaik untuk melakukan ini adalah memasak sendiri, untuk menghindari makanan siap saji. Penggunaan butter, keju, salmon, dan lainnya  digunakan sebagai tambahan untuk  pengobatan pada pasien yang dirawat di  rumah sakit dimana pola makan pasien  tersebut dapat diawasi,” papar Hartini.

Pola makan juga harus tiga kali sehari setiap hari.  Sarapan penting karena sarapan akan membuat merasa kenyang  sampai waktu makan siang dan akan  mencegah ngemil saat pagi.

 

Makanan yang di hindari

 

Gula

Alami atau buatan, tetap bukan sahabat yang baik untuk tubuh. Meski hasil penelitian menunjukkan gula tak ada kaitan dengan masalah mental, pemanis ini tetap mengakibatkan perubahan pada tubuh yang bisa memperparah masalah mental dan membuat kemampuan tubuh menghadapi stress menurun.

 

Kafein

Kafein dikenal dengan zat stimulan dan  psikoaktif, juga memiliki reputasi sebagai  pemicu respons aktif tubuh dan justru  membuat orang yang meminumnya lebih  gugup.

 

Gluten

Gluten adalah protein yang terdapat pada tepung dan bisa memicu gejala kegelisahan.

 

Makanan olahan

Makanan hasil olahan biasanya mengandung pengawet dan zat tambahan lain dan diklaim  kurang baik buat kesehatan, terutama  pencernaan. Padahal, kesehatan pencernaan bisa menjadi awal dari munculnya gejala masalah kegelisahan dan suasana hati yang naik-turun.

Alkohol

Hindari terlalu banyak menenggak minuman  beralkohol karena racun yang terkandung di  dalamnya bisa mengganggu fungsi mental dan  fisik, serta sangat berpengaruh pada kadar  serotonin pada otak.

 

 

Produk susu

Dari beberapa penelitian diketahui para  penderita gangguan mental menunjukkan gejala  yang lebih parah setelah mengkonsumsi produk-  produk susu. Sekitar 10 persen orang dewasa  alergi laktosa dan banyak pula yang kesulitan  mencerna kasein yang terkandung dalam susu  sapi.

 

Soda

Minuman bersoda tak hanya mengandung gula yang tinggi, tapi juga pewarna dan

pemanis  buatan. Selain bisa  menghambat produksi serotonin pada otak  seperti gula, pemanis buatan merupakan salah satu penyebab sakit kepala, insomnia, kegelisahan, dan suasana hati yang naik turun.

 

Gorengan

Makanan yang digoreng selain sulit  dicerna juga minim nutrisi. Mengkombinasikan pemilihan dan cara pengolahan makanan yang salah, akan menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan. Bukan hanya obesitas dan penyakit jantung, melainkan juga masalah mental.

 

Makanan tinggi sodium 

Makanan yang asin atau  mengandung banyak  garam berarti tinggi  sodium. Menurut para  ahli, mengkonsumsi  terlalu banyak sodium  dapat mempengaruhi  sistem saraf, dan  menyebabkan kelelahan  serta mengganggu  sistem kekebalan tubuh

 

Edukasi dan konseling gizi

 

Edukasi dan konseling gizi juga memegang peranan penting dalam membantu pasien/klien mengenali mengatasi  masalah gizi melalui  pengaturan makanan  dan minuman serta  perubahan gaya  hidup sehat. Selain itu, peran keluarga  sangat membantu  dalam terapi diet  yang diberikan.

“Ajak serta keluarga  dalam merubah  perilaku makan  menjadi pola  makanan bergizi  seimbang!” pungkas Hartini.

 

Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar