• Thursday, 20 January 2022
  • Waktu Server 19:34 WIB

Peredaran Daging Anjing Di Soloraya, DMFI Solo : Pemda Harus Tegas! Segera Bikin Perda Larangan Konsumsi Daging Anjing!

Caption: sumber foto : Solopos.com

SoloposFM, Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) Solo mengungkapkan data yang mengejutkan terkait tingginya jumlah anjing yang dijadikan konsumsi di Soloraya setiap bulannya. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan tak kurang dari 13.700 anjing dikonsumsi di Soloraya setiap bulannya.

Sejumlah pihak kemudian mengkritik belum seriusnya pemerintah Indonesia dalam melarang perdagangan anjing untuk dikonsumsi. Baru beberapa kota dan kabupaten yang sudah beraksi. Contohnya seperti Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan Kota Salatiga yang sudah mengeluarkan larangan tegas perdagangan daging anjing di wilayahnya.

Baca juga : Kedisiplinan akan Prokes Menurun? Satpol PP Solo : Jangan Berjabat Tangan Meskipun Sudah Vaksin!

 

Diketahui, Solo merupakan salah satu pusat perdagangan daging anjing di Pulau Jawa. DMFI mencatat ada 85 warung yang menyajikan kuliner olahan daging anjing dengan rata-rata kebutuhan pasokan 13.700 anjing per bulan di lingkup Soloraya. Padahal, anjing tidak termasuk dalam golongan untuk dikonsumsi merujuk UU No.18/2021 tentang Pangan.

 

DMFI Solo

 

Mustika, dari Dog Meet Free Indonesia (DMFI) Solo dalam program Dinamika, Selasa (30/11/2021), mengungkapkan sebelumnya DMFI bekerjasama dengan Polres Sukoharjo bisa menggagalkan proses penjagalan 53 ekor anjing di Kartasura. Operasi tersebut merupakan penangkapan terbesar kedua terkait perdagangan anjing untuk dikonsumsi yang dilakukan kepolisian di Indonesia.

Mustika berharap, penangkapan tersebut bisa menjadi peringatan keras bagi pedagang anjing lainnya lantaran usaha tersebut ilegal dan ada hukumannya. Hal tersebut berkaca kasus lainnya di Kulon Progo saat tertangkapnya pelaku perdagangan anjing ilegal yang menyelundupkan 78 ekor anjing dari Jawa Barat ke Jawa Tengah.

Baca juga : Momentum Hari Guru, FGM Solo : Guru Pembelajar Sepanjang Hayat

 

“Semoga ini menjadi peringatan keras yang bisa dipikirkan oleh para pedagang daging anjing. Ada undang-undang yang mengatur dan akan ada sanksi bagi mereka yang nekat melakukan bisnis ilegal ini,” imbuh Fredy Irawan, dari komunitas Sahabat Anjing Surakarta.

 

Bahaya Makan Daging Anjing

 

DMFI Kota Solo juga mendesak Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menghentikan perdagangan daging anjing di Kota Bengawan. Selain bukan bahan pangan, Mustika mengatakan ada indikasi penyiksaan dalam proses penyajian kuliner anjing mulai dari cara mendapatkannya, pengangkutan hingga penjagalan.

Lebih lanjut Fredy Irawan menjelaskan seseorang yang makan daging anjing bisa berpotensi terkena infeksi bakteri, yakni E. Coli dan juga Salmonella. Bukan hanya itu, bakteri lain seperti antraks, hepatitis dan leptospirosis juga bisa menyebar melalui daging anjing kepada manusia.

“Efek samping lain kedua makan daging anjing ternyata bisa meningkatkan risiko hipertensi. Selain itu, salah satu bahaya terbesar makan daging anjing adalah persebaran rabies pada manusia. Jika diolah dengan cara yang salah, rabies pada daging anjing bisa menular ke manusia,” ungkapnya.

 

Opini Sobat Solopos

 

Sobat Solopos dalam program Dinamika, Selasa (30/11/2021), kompak mendesak penghentian praktek ini. Mereka menilai anjing bukan untuk dikonsumsi.

 

Berikut sejumlah opini mereka :

 

“Menurut saya peredaran daging anjing di kota Solo harus berhenti. Tentunya harus ada Perda yang betul-betul kuat hukumnya. Bukan untuk kota Solo saja tapi juga di daerah sekitarnya seperti Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Sragen, Karanganyar, Klaten dan Sragen,” tulis Priyanto Sasongko.

“Saya mendukung perjuangan pecinta anjing. Terus semangat jangan takut!” ungkap Arijanto Wibowo.

“Ketika suply dan deman adalah faktor yang mempengaruhi adanya permintaan yang sangat tinggi di tengah masyarakat akan terus ada. Dari sisi kacamata kesehatan dan agama sudah jelas ada rambu. Maka harus ada kebijakan peranan pemerintah daerah yang tegas dalam mengawasi peredaran hewan komsumsi,” papar Ahmad Sanusi.

“Harusnya Pemkot Solo tegas melarang perdagangan makanan dari daging anjing. Ada info juga cara bunuhnya dengan mepukul atau menjerat lehernya,” tulis Muh Syamsudin.

“Sudah seharusnya berhenti sama sekali, karena daging anjing tidak untuk konsumsi. lagi pula anjing itu peliharaan yang sangat setia pada pemiliknya. Rela bertaruh nyawa untuk melindungi pemilik. Dia tidak akan menyerang kalau tidak merasa dalam bahaya. Saya merasa orang yang mengkonsumsi daging anjing sungguh tidak punya hati. Kalau tidak suka setidaknya jangan menyakiti. Tuhan tidak akan menciptakannya kalau memang tidak baik,” ungkap Oma Maria.

 

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

 

 

About author
Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar