• Sunday, 27 - 11 - 2022
  • Waktu Server 13:22 WIB

Perbaikan Jalan dan Jembatan Mulai Dikerjakan, Ini Titik-Titik Kemacetan di Solo

Caption: Pengendara kendaraan bermotor melintasi di sisi barat Jembatan Jonasan di Jl. Juanda, Jebres, Solo, Rabu (24/8/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

SoloposFM – Kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Solo, terutama di sekitar lokasi proyek perbaikan jalan dan jembatan, tidak terhindarkan.

Beberapa titik kemacetan yang saat ini sangat dikeluhkan pengendara di antaranya simpang tujuh Joglo, Banjarsari. Jalur tersebut kini kian padat merayap setelah jalan Solo-Purwodadi diberlakukan searah mulai Selasa (23/8/2022), untuk mendukung pengerjaan tahap kedua elevated rail atau rel layang. Titik kemacetan lain di sekitar Ir. Juanda, karena ada pekerjaan konstruksi peningkatan jalan.

Titik kemacetan ini diprediksi bertambah, yaitu di Kecamatan Jebres dan Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Dua jalur tersebut diprediksi macet parah, saat Jembatan Jurug B dan Jembatan Mojo ditutup nanti. Jadwal penutupan kedua jembatan yang punya peran vital bagi transportasi Solo itu beriringan mulai akhir September-November.

Baca juga : Simpang Joglo Makin Macet Akibat Pekerjaan Proyek, Dishub: Ini Baru ‘Pemanasan’

 

Jalur Alternatif

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta Ari Wibowo dalam program Dinamika 103 Solopos FM, Selasa (30/8), mengatakan pada jam-jam tertentu seperti jam berangkat dan pulang kerja kepadatan lalu lintas memang sangat terlihat dominan.

Ari menyebutkan titik kepadatan lalu lintas tersebut di antaranya di kawasan Palang Joglo terutama di Jl Kerinci dan Jl Bromo Raya, Jl Kol. Sugiyono, akses menuju Jl Ir. Juanda, Jl Jurnasan, Sekarpace, dan sekitar Panggung.

Ia juga menyebutkan beberapa jalur alternatif yang bisa dilalui terkait penutupan Jembatan Jonasan. Untuk arus lalu lintas dari arah barat ke timur dari simpang Gotong Royong [simpang empat pertemuan Jl. Ir Juanda dan Jl Gotong Royong] dibelokkan ke kiri/utara kemudian Jl. Surya, lalu Jl HOS Cokroaminoto, selanjutnya bisa ke arah Sekarpace atau Jl. Ir Juanda.

Sebaliknya, arus lalu lintas yang dari arah luar kota/Jurug ke Solo ke arah Solo melalui Jl. Ir Juanda dibelokkan ke utara melalui Jl HOS Cokroaminoto lalu ke Jl Surya, simpang Gotong Royong.

“Kendaraan dari arah Sekarpace bisa ke selatan lalu ambil ke Jl. Surya, simpang Gotong Royong, Jl Ir Juanda,” tambahnya.

Baca juga : Viaduk Gilingan Segera Diperbaiki, Sobat Solopos: Semoga Nggak Macet & Banjir Lagi

 

Jalan Kampung Ditutup

Ari mengakui di beberapa lokasi kepadatan warga melakukan penutupan sebagian jalan kampung. “Harapannya kami bagi pengendara, kalau memang kapasitas jalan kampung itu tidak memadahi untuk dilewati atau dijadika jalan alternatif, ya jangan memaksakan untuk melewati jalan kampung. Terutama bagi pengendara mobil,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait rencana penutupan Jembatan Jurug B dan Jembatan Mojo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk pengaturan lalu lintas. Menurut Ari, penutupan Jembatan Jurug B rencananya dimulai pada 18 September 2022 – September 2023. Sedangkan penutupan Jembatan Mojo paling selatan, dilakukan mulai 20 September – 30 November 2022.

Ia mengimbau pengguna jalan untuk melakukan beberapa langkah menajemen lalu lintas, seperti mengatur waktu perjalanan lebih awal atau lebih akhir, memilih jalur alternatif, menggunakan moda kendaraan yang lebih kecil seperti sepeda motor, serta mengefektifkan maksud perjalanan sebelum melintas di jalur-jalur kepadatan lalu lintas tersebut.

Baca juga : Solo Jadi Daerah Dengan Jumlah Mobil Terbanyak di Jateng, Begini Biar Nggak Macet

 

Merasakan Dampaknya

Berdasarkan polling melalui akun Solopos FM @SoloposFMSolo, mayoritas Sobat Solopos mengaku sudah merasakan kemacetan imbas proyek perbaikan jalan dan jembatan di Kota Solo.

Sejumlah komentar juga disampaikan Sobat Solopos melalui Whatsapp Solopos FM 081 226 103 103.

Salah satunya disampaikan Anda di Solo, “Bulan September ini kayaknya banyak agenda di Solo, seperti Sekaten dan haul di sekitar Pasar Kliwon, jadi dipastikan padat dan macet. Yang penting sabar, kalau nggak sabar di jalan ya maburo.”

Kalau saya sudah jarang lewat Joglo. Tapi merasakan dampaknya di kawasan utara terutama daerah Bonoloyo kalau pagi dan sore, jadi harus ekstra sabar. Kemudian dekat rumah, perempatan Cengklik, ditambah Jl Mr Sartono sedang ada perbaikan drainase. Kalau jam masuk dan pulang anak sekolah, lalu lintas crowded. Sekarang banyak kendaraan lewat depan rumah, karena tempat saya masuk gang pertama. Himbauan saya buat pengendara, kalau masuk gang harap pelan-pelan. Intinya sabar dan antri saja kalau macet,” ungkap Nur Syamsiyah.

“Sekitar Patung Wisnu masih aman lancar,” kata Suhartono.

Sedangkan menurut Asri, “Kalau pulang biasa macet dan maklum kalau ada pengerjaan, cuman waktu berangkat kerja, aksesnya cuma bisa lewat sini. Kalau lewat Wonorejo atau ke arah utara jalannya lebih sempit. Kalau ke utara lagi lewat Mojorejo jalannya enak cuma ya sama saja capeknya. Jadi opsinya cuman Jl Bromo Raya.”

Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar