Pendengar Solopos FM Terbelah Dalam Mengakhiri Seteru Indonesia Malaysia

Pendengar Solopos FM Terbelah Dalam Mengakhiri Seteru Indonesia Malaysia

SoloposFM, Seteru Indonesia Malaysia kembali memanas. Sebuah parodi yang memelintir lagu Indonesia Raya dengan kalimat penuh ejekan sempat beredar di media sosial.

 

Parodi itu, seperti ramai diberitakan di Internet, dibuat oleh akun MY Asean. Dengan kata-kata yang penuh ejekan, siapa pun yang mendengarnya akan langsung panas dan siap meledak jika negaranya dihinakan.

 

Tapi, apakah kejadian ini merupakan peristiwa tunggal?

 

Konyolnya, semua ini bermula dari aksi saling balas antara sesama suporter bola. Sumber Bisnis.com menyebutkan ternyata parodi ini muncul sebagai tindakan balasan karena sebelumnya ada video bernada pelecehan terhadap lambang negara Malaysia. Pelakunya diidentifikasi sebagai warga Indonesia.

Baca juga :

Optimisme Pendengar Solopos FM Pada Perbaikan Ekonomi Indonesia Di 2021

Saling Ejek

 

Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa tim nasional Indonesia dan Malaysia bagai dua seteru abadi atau musuh bebuyutan. Situasi ini juga berdampak pada kondisi para suporter fanatik masing-masing pihak. Saling ejek suporter bola itulah yang menjadi pangkal persoalan.

 

Sebuah akun dari Indonesia memulai dengan membuat parodi terkait lagu kebangsaan Malaysia. Pelecehan terhadap lagu kebangsaan Malaysia itulah yang disebut sumber menjadi alasan munculnya parodi lagu Indonesia Raya dengan mengubah gambar serta syair yang membuat emosi bisa terpancing.

 

Walau disebut serumpun, Indonesia dan Malaysia kerap bertikai dalam berbagai persoalan. Mulai dari sengketa wilayah sampai rivalitas sepak bola.

 

Opini pendengar Solopos FM

 

Sementara itu, opini pendengar Dinamika 103 Solopos FM, Rabu (30/12/2020), terbelah. Sebanyak 56% pendengar setuju untuk segera mengakhiri Seteru Indonesia Malaysia. Sementara 44% sisanya tidak setuju

 

Berikut sejumlah opini mereka :

 

“Ini masalah klasik antara dua rumpun bangsa . Selalu berseteru dalam konten peradaban sosial budaya politik bahkan sampai perseteruan dikancah arena olah raga  Ini harus diakhiri dengan etika diplomasi hukum international yang berlaku dan beradab,” papar Ahmad Sanusi.

 

“Rasanya, penghinaan Malaysia kepada NKRI sudah sering dan bikin geram. Saatnya bangsa Indonesia ambil sikap tegas kepada malaysia. Kalau perlu tarik dubes kita di Malaysia,” ungkap Sriyatmo.

 

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

 

Post Comment

Play Streaming Now!!
Play Video Streaming Now!!