• Friday, 19 August 2022
  • Waktu Server 02:36 WIB

Pelajar Belajar Kesetaraan di Venue ASEAN Paragames Solo 2022

Caption: Ratusan pelajar hadir di venue cabang olahraga Parapanahan (Media Center APG 2022)

SoloposFM, Banyak hal positif yang didapat dari penyelenggaraan ASEAN Paragames 2022 yang berlangsung di Solo pada 31 Juli hingga 6 Agustus 2022. Salah satunya, mengedukasi para pelajar sekolah di wilayah setempat tentang perjuangan dan kesetaraan.

Kolaborasi untuk mensukseskan ASEAN Paragames 2022 pun dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan partisipasi aktif dari pemerintah kota dan warga Solo.

Salah satunya pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Solo menginstruksikan sekolah-sekolah untuk mengirim siswa mengikuti kegiatan ASEAN Paragames 2022 dengan mendatangi venue guna memberikan dukungan penuh kepada para atlet penyandang disabilitas yang tengah berjuang mengharumkan nama Merah Putih.

Salah satu venue yang dipenuhi siswa sekolah adalah cabang olahraga Parapahanan di Lapangan Kotabarat Solo. Ratusan siswa dan siswi dari SMP Sekolah Batik Solo hadir di venue cabang olahraga Parapanahan. Dengan penuh semangat, di tribun penonton mereka memberikan dukungan kepada para atlet Indonesia yang tengah bertanding.

Sischa Aryono, guru yang ikut mendampingi para siswa dan siswi berharap dengan kesempatan menyaksikan para atlet disabilitas yang tengah bertandingn bisa memicu semangat para siswa untuk terus berjuang dan tidak mau kalah dalam berprestasi.

“Penyelenggaraan ASEAN Paragames 2022 ini bagus untuk anak-anak, karena dengan menyaksikan para atlet disabilitas yang berjuang, itu bisa menjadi dorongan bagi mereka supaya tidak patah semangat. Jika mereka yang menyandang disabilitas bisa berjuang, maka kita yang nondisabilitas juga jangan mau kalah,” tegas Sischa Aryono.

Pelajar SMP dan SMA belajar sportivitas

 

Sementara itu, pelatih kepala cabang olahraga Parapanahan, Tri Sugeng Purwanto,  juga menyambut positif kedatangan para siswa ke venue ASEAN Paragames 2022.

“Kami sangat senang dengan kedatangan anak-anak ke venue, supaya mereka melihat bahwa penyandang disabilitas juga ternyata bisa membela negara,” kata Sugeng.

Sementara itu di venue Para-atletik Stadion Manahan para pelajar terlihat sudah memadati salah satu sektor stadion sejak pagi. Mereka tidak hanya menonton, tapi juga antusias mendukung atlet-atlet penyandang disabilitas yang bertanding, baik itu dari kontingen Indonesia maupun negara lain.

Beberapa anak dari rombongan seragam putih-biru (SMP) dan putih abu-abu (SMA) ini melecut semangat para atlet dengan meneriakkan yel-yel dan bertepuk tangan selama pertandingan. Selain itu, mereka juga membawa bendera Merah Putih sebagai atribut suporter.

Arifin, Guru olahraga SMPN 21 Surakarta menjelaskan, kehadiran para pelajar meramaikan ASEAN Paragames Solo 2022 bukan sekadar jalan-jalan atau hiburan semata. Tapi, menjadi agenda wajib di sekolahnya juga karena banyak pesan positif yang didapat.

“Anak-anak sekolah memang diajak untuk menonton pertandingan di sini dalam lima hari penyelenggaran,” kata Arifin saat ingin meninggalkan Stadion Manahan bersama 60 anak didiknya.

“Saya senang dengan adanya event seperti ini karena sekaligus bisa mengajarkan dan memotivasi para murid juga tentang atlet-atlet yang mampu bisa berprestasi dalam kekurangan (fisik) yang dimiliki,” tambahnya.

“Setelah ini, kami kembali lagi ke sekolah dan anak-anak pun akan belajar seperti biasa lagi,” lanjut Arifin.

Pelajar SMK lecut semangat tim bola gawang

 

Tak hanya di Stadion Manahan, militansi dukungan juga disuarakan puluhan pelajar SMK yang hadir di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Mereka bersorak mendukung tim bola gawang putra Indonesia yang bertanding melawan Malaysia.

Koordinator suporter Anto mengaku sengaja datang mendukung tim Indonesia karena lawan yang akan dihadapi Negeri Jiran Malaysia.

“Rasanya kami merasa tergerak untuk bisa mensukseskan penyelenggaraan ASEAN Paragames 2022 yang digelar untuk kali kedua di Solo,” ungkap Anto.

Anto sendiri mengaku termotivasi mendukung perjuangan tim bola gawang Indonesia hingga babak final.

“Rencananya kami akan mendukung tim goalball sampai babak final, kami tergerak mendukung rekan-rekan kami yang dari kaum difabel masih bisa berprestasi dan bersemangat,” tambah murid kelas dua SMK tersebut.

Gemuruh dukungan supporter akhirnya membakar semangat tim bola gawang Indonesia yang terdiri dari Andi Santoso, Arif Setiawan, Bahrul Sapaat, Muhamad Yogi Prayoga, Nurfendi, dan Satrio Choirul Usman.

Anak asuhan Haris Nugroho pun meraih kemenangan penting melawan Malaysia dengan skor 11-6.

Pada pertandingan ini Arif keluar sebagai topskor seusai mencetak lima gol kemenangan di menit ke-3′, 6′, 8′, 10′ dan 11′.

Pemain lainnya yang mencetak gol tambahan di antaranya Satrio Choirul 10′, 16′, 19′ dan 20′, serta Andi (14′) dan Yogi (16′).

Rencananya Indonesia akan memainkan laga terakhirnya pada babak fase grup dengan melawan Thailand.

Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar