MILAD Ke-85, Langkah Kecil untuk Perubahan yang Lebih Besar

MILAD Ke-85, Langkah Kecil untuk Perubahan yang Lebih Besar

SoloposFM, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa selama proses kegiatan belajar mengajar saat pandemi Covid-19. Wacana sekolah tatap muka membuat sekolah meluncurkan Buku Protokol Covid-19 bersamaan dengan milad ke-85, Senin (7/9).

Buku yang disusun oleh tim SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo tersebut menjadi panduan protokol kesehatan bagi siswa saat kegiatan belajar mengajar di sekolah yang akan datang. Buku berisi prosedur standar sekolah, antara lain prosedur siswa datang ke sekolah, peserta didik di kelas, transaksi di kantin, kegiatan agama di musala, dan prosedur standar meninggalkan lingkungan sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Suyekti, menjelaskan sekolah mengusung jargon Langkah Kecil untuk Perubahan yang Lebih Besar saat milad ke-85. Buku Protokol Covid-19, modul pembelajaran, dan modul kegiatan keagamaan didistribusikan kepada 763 siswa pekan ini.

“Milad tahun ini bersamaan pandemi. Masa prihatin. Kegiatan milad tahun ini lebih kepada munasabah. Menguatkan spiritual kami, meningkatkan kesehatan, meningkatkan kompetensi guru dan karyawan  dalam memberikan pelayanan kepada orang tua dan siswa. Terutama kompetensi yang berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh [PJJ],” katanya kepada Espos, Jumat (4/9).

Dia menjelaskan, tim SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga telah memproduksi video simulasi pembelajaran tatap muka dan video tersebut telah dikirim kepada wali siswa. Prosedur standar dengan penyesuasian sarana dan prasarana menjamin keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

“Kami melakukan sosilasiasi kepada orang tua dan mayoritas setuju dengan sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan. Kami membuat kesepakatan bila ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan maka sekolah akan kembali dengan PJJ,” paparnya.

Dia mengungkapkan, sekitar 10 persen dari jumlah orang tua peserta didik tidak mengizinkan anaknya mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Namun, sekolah menjamin tetap memberikan pelayanan terbaik untuk PJJ.

Menurut Yekti, terdapat tantangan selama menjalani PJJ karena sebagian kecil peserta didik masih bergantung dengan gawai milik orang tua. Guru melakukan kunjungan ke rumah setiap peserta didik untuk mengatasi masalah PJJ.

“Kami memiliki program home visit sejak sebelum pandemi. Hanya fokusnya pada personal, meliputi kesulitan belajar anak, kepribadian anak. Home visit kali ini difokuskan pada pembelajaran. Teknis dan waktunya, koordinasi antara guru dan orang tua,”paparnya.

Dia mengatakan, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo merupakan salah satu Sekolah Dasar Rujukan Berbasis Sekolah Swasta oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sekolah siap ditujuk Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menjalani uji coba pembelajaran tatap muka.

Menurut Ketua Panitia Milad, Jatmiko SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo  melewati berbagai kondisi zaman dengan tantangan dan peluang yang berbeda tetapi tetap eksis dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.

Dia menjelaskan, sekolah memiliki berbagai daya tarik, antara lain 30 jenis ekstrakurikuler, mengantongi lebih dari 190 prestasi, perpustakaan terakreditasi A,  laboratorium MIPA, Bahasa dan Botani, ruang musik dan ruang karawitan, kantin Sehat Bintang 1 dari BPOM RI, dan toko BUMS. (Wahyu Prakoso)

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment

Play Streaming Now!!
Play Video Streaming Now!!