Merawat Semangat dengan Rolling Class

Merawat Semangat dengan Rolling Class

SoloposFM, Setelah mengikuti aktivitas pagi di masjid Kottabarat, yaitu salat duha, zikir, berdoa, dan menghafal Al quran, sebanyak 87 siswa kelas V SD Muhamamdiyah PK Kottabarat Solo terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dikemas dalam rolling class, Rabu (7/8/2019).

Rolling class dilaksanakan setiap hari Senin hingga Rabu. Kegiatan pembelajaran dalam rolling class berdurasi waktu selama 2 jam pelajaran dimulai pukul 07.30 – 08.30. Rolling class terbagi dalam tiga kelas, yaitu kelas karakter, kelas kompeten dan kelas literat.
Jumlah siswa setiap kelompok kelas bervariasi dan ditentukan berdasarkan rekapitulasi hasil nilai ulangan harian tematik.

Sebagaimana rilis yang diterima Solopos FM, hasil rekapitulasi nilai ulangan tersebut akan menjadi acuan penentuan kelompok kelas selama satu bulan ke depan. Anggota kelompok kelas karakter merupakan siswa dengan perolehan rentang nilai atas, kelompok kelas kompeten dengan rentang nilai tengah dan kelompok kelas literat dengan rentang nilai bawah.

Andi Arfianto, salah satu guru kelas V siswa kelas V SD Muhamamdiyah PK Kottabarat Solo menyampaikan kegiatan rolling class merupakan salah satu program unggulan yang diterapkan di kelas V.

“Rolling class bertujuan untuk merawat semangat berlomba-lomba dalam berprestasi dan memudahkan guru dalam pengelolaan kelas” ungkapnya.

Ia juga menambahkan kegiatan rolling class juga untuk memperkaya materi tematik khususnya muatan pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA serta pembahasan soal bermuatan Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Salah satu siswa kelas V SD Muhamamdiyah PK Kottabarat Solo, Carissa Ayla Salsabila mengaku termotivasi dan lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan rolling class. Ia termasuk salah satu siswa yang masuk dalam kelompok karakter.

“Saya dan teman-teman jadi merasa tertantang untuk terus belajar dan bekerja keras meraih hasil terbaik,” ujar Carissa.

Meskipun dibuat model rolling class, ia mengaku menikmati program tersebut dan tidak merasa tertekan. “Justru semakin meningkatkan semangat belajar,” pungkasnya.

[Avrilia Wahyuana]

Post Comment