Kurangi Limbah Plastik, Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Wajib Bawa Piring Gelas Sendiri

Kurangi Limbah Plastik, Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Wajib Bawa Piring Gelas Sendiri

SoloposFM, Aulia, siswi kelas III A usai mengikuti kegiatan Jumat Sehat dan bersiap menikmati jam istirahat. Aulia keluar kelas dengan menenteng wadah minum (tumbler), menuju kantin sekolah. Aulia mengantri untuk mengisi gelasnya dengan susu. Seluruh siswa memang diwajibkan membawa wadah minum. Mereka juga membawa bekal air minum ke sekolah.

“Dengan membawa tumbler, kami tidak usah membeli air kemasan karena sekolah tidak menyediakan botol plastik,” kata Aulia.

Hal senada juga diungkapkan Vania Calista Della Fadilla M, siswi kelas VI A. Menurutnya, tumbler dan gelas piring yang dibawanya mampu mengurangi sampah plastik di sekolah.

“Dengan membawa tumbler, pengeluaran bisa berkurang, hemat pangkal kaya,” imbuh dia.

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo mempunyai ide kreatif dalam hal kepeloporan sekolah sehat, dalam upaya meminimalkan sampah non organik khususnya sampah plastik kemasan makanan dan minuman sekali pakai.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Jatmiko mengatakan, tumblerisasi atau membawa gelas sendiri ke kantin ke sekolah. Tidak hanya siswa tetapi juga semua warga sekolah, dalam rangka gerakan terstruktur, sistematis dan masif untuk mewujudkan zero sampah plastik.

“Di antara program pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah, ada tempat cuci tangan dengan air mengalir, ada kantin sehat, bank sampah, toilet kejujuran, halaman untuk olahraga dan upacara, pagar yang aman, UKS dilengkapi alat periksa gigi, dan terciptanya kawasan bebas asap rokok, miras dan narkoba,” kata Jatmiko dalam rilis yang diterima Solopos FM.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Hj. Sri Sayekti jadi solusi berkelanjutan dari masalah peningkatan sampah plastik.

“Mudah-mudahan ini mampu menjadi inspirasi khususnya bagi civitas akademika dan masyarakat umumnya. Anak belajar sabar, menghormati orang lain, bertanggung jawab, mengatur waktu, bersosialisasi, berkomunikasi, belajar malu apabila menyerobot siswa lain dan berani menegurnya,” ungkap Sayekti.

Menurutnya, sekolah terus menemukan inovasi. Mulai dari tiap kelas tersedia lemari piring dari kaca, mengasah karakter dengan antri dan mencuci piring secara mandiri sejak dini. Melalui upaya ini diharapkan siswa akan membawa kebiasaan baik ini di lingkungannya.

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment