IKM Solo Genjot Promosi Transakasi Berbasis Digital

IKM Solo Genjot Promosi Transakasi Berbasis Digital

SoloposFM, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta kembali fasilitasi bagi Industri Kecil Menengah (IKM) untuk dapat mempublikasikan produk unggulannya melalui perhelatan Solo Leading Industry Expo 2020 (SLIE 2020) Solo Square selama tiga hari pada Jumat – Minggu (16-18/10/2020).

Kasi Kreatif Dinas Tenaga Kerja dan Perindimustruan Surakarta, Ari Yeppi mengatakan, upaya fasilitasi membuka dan mendekatkan akses pasar nyata dan pasar maya dilakukan sebagai bagian dari peran serta Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),  setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan TECHNOLINK 2020 pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2020 lalu berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan OJK.

“Perhelatan SLIE 2020 berlangsung selama 3 hari mulai hari jumat – minggu tanggal 16 – 18 oktober 2020 dan dibuka mulai pukul : 10.00 – 21.00 dengan penerapan Standart Protokol Covid 19 sangat ketat mulai dari pintu masuk Mall Solo Square hingga ke area expo secara berlapis,” ujarnya dalam rilis yang diterima Solopos FM.

Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dalam sambutan secara virtual dan di siarkan melalui channel youtube mengatakan SLIE 2020 bertujuan membantu IKM di masa pandemi ini.

“Diharapkan kegiatan SLIE 2020 akan memberikan dampak terhadap daya beli masyarakat dan menggerakan perekonomian yang bertumpu pada industri kreatif berbasis masyarakat di Kota Surakarta khususnya pada masa pandemi ini,”jelasnya.

Rencananya ke depan akan ada sinergi serta kolaborasi program kegiatan yang lebih baik, lebih besar, lebih luas dan pastinya lebih memberikan manfaat dan berdampak pada sistem perekonomian di Kota Surakarta.

Salah satu pengunjung, Jatmiko, Pendidik SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menambahkan, pameran produk UMKM semoga mampu adaptasi dan mampu menggerakkan ekonomi Indonesia di tengah pagbeluk Covid-19.

“UMKM bisa bertahan apabila bergotong royong dan terbukanya akses pasar yang luas, optimalisasi pemanfaatan teknologi dan kemudahan akses permodalan dengan prinsip dari kita untuk kita dan adanya pelatihan manajemen resiko saat terjadi masalah,”pungkasnya.

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment