E-Infak, Gairahkan Bersedekah Warga SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo

E-Infak, Gairahkan Bersedekah Warga SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo

SoloposFM, Sekolah Pendidikan berbasis Karakter, TIK dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo menghadirkan inovasi bagi warga sekolah untuk menggairahkan berdonasi. Inovasi E-infak untukmendukung sistem sekolah berbasis TIK dalam revolusi industri 4.0.

Wakil Kepala Sekolah bidang al Islam dan Kemuhammadiyahan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Ahmad Syaifuddin menyebutkan, E-infak melatih rasa peduli dan kepekaan untuk bergotong royong, kemandirian dan bertanggung jawab. Juga dapat menjadikan anak membuka pintu teknologi yang semakin pesat.

“Di Era digital penggunaan uang tunai sudah dikurangi. E-infak merupakan program pertama dalam institusi pendidikan yang sangat mendukung segmen merdeka belajar dalam hal peduli sesame. Yang tidak kalah penting elektronik infak sebagai ittiba’ (mengikuti) dalam sunah rasul tentang perbanyaklah sedekah, dan berinfaklah yang terbaik,” kata Ahmad, dalam rilis yang diterima Solopos FM.

Manajemen Berbudaya Mutu

Pihak sekolah mengaku selalu berupaya meningkatkan layanan pendidikan, secara terarah, terukur dan berkesinambungan, hingga memperbaiki manajemen berbudaya mutu. Indonesia Development Achievement Foundation memberikan gelar “The Most Favorite Elementary Islamic School In Quality Education Program Of The Year 2019″. Sekolah juga berhasil menjadi sekolah unggul se-Jawa Tengah. Penghargaan diserahkan langsung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir di Semarang.

“Dilakukan peningkatan kualitas baca tulis Al Qur’an guru, karyawan dan siswa. Dari sisi Religius terus ditingkatkan. Praktik keagamaan seperti Kultum pagi, Tadarus pagi, Penambahan jam pelajaran Al Qur’an, Jum’at Qur’ani,Takhasus, Salat Dhuha, Lail, dan salat Jum’at secara berjama’ah,” jelas Ahmad.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Hj. Sri Sayekti mengatakan, Muhammadiyah berawal dari gerakan sangat lokal di Yogyakarta. Dan sekarang merambah ke tingkat internasional. Muhammadiyah didirikan bukan hanya untuk umat muslim apalagi hanya untuk warga Muhammadiyah, tetapi untuk semua anak bangsa, maka sudah wataknya sebagai organisasi moderat. Rruh berkemajuan itu tidak boleh hanya sekedar narasi semata tetapi dalam wujud inovasi dan amal saleh.

“Jadi Muhammadiyah itu memiliki amal usaha, salah satunya berupa pelayanan pendidikan, dan sangat cocok pemikiran dan kepeloporannya untuk bisa dinikmati, bisa diapresiasi dan dikembangkan tidak hanya jawa, Indonesia dan bisa dikembangkan di dunia internasional sebagai sekolah berkemajuan melalui gerakan elektronik infak,” terang Sayekti.

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment