• Wednesday, 23 June 2021
  • Waktu Server 14:38 WIB

Dubbing dan Penerjemah Film Semakin Diminati

Caption:

SoloposFM, Puluhan orang beragam kedudukan, antara lain, pelajar, dosen, karyawan swasta, dan penyiar radio, mengikuti workshop sehari Dubbing dan Penerjemah Film bersama Solopos FM di Griya Solopos, Solo, Minggu (6/6/2021).

Hadir sebagai narasumber yaitu Agus Nurhasan yang merupakan aktor suara Pria Bertopi Kuning pada seri Curious George dan Suneo pada serial Anime Doraemon; Hana Bahagiana yang merupakan  pengisi suara Luffy pada serial Anime One Piece dan Naruto.

Baca juga : Ingin Shopping di Mal? Simak Tips Belanja Praktis dan Aman Berikut

 

Kemudian ada penerjemah film Doraemon, Ninja Hatori, dan Naruto, Dian Ross; Voice Director, Yulena Nirviana; dan Way Esso yang merupakan pengisi suara Nenek Tapasya pada serial Uttaran.

Salah satu peserta, Geraldo Armayudha, 15 tertarik dengan dubbing dan penerjemah film sejak dua tahun terakhir. Selama itu, dia sudah berkarya dengan cara paruh waktu dengan mengerjakan proyek voice over, pengisi suara iklan komersial, dan dubbing.

Dia menjelaskan pernah belajar hanya melalui Komunitas Voice Over Dubber Announcer Indonesia. Salah satu tantangan dubber yaitu konsistensi suara.

“Saya latihan ini untuk menambah wawasan, menambah koneksi pertemanan pertemanan, dan menambah ilmu,” kata dia.

Yusrina, 27, yang merupakan seorang karyawan swasta tertarik belajar dubbing karena dia hobi menonton serial anime dan pernah bekerja di salah satu stasiun radio di Kota Solo pada 2014. Namun, ketika itu dia tidak punya mentor sampai akhirnya dia ingin menekuni hobinya melalui dengan berlatih kemarin.

Baca juga : Sambut Hari Lansia Nasional, Ini 5 Aktivitas Seru Bareng Kakek dan Nenek Tercinta

 

Agus menjelaskan prospek akting suara semakin baik dengan seiring perkembangan teknologi, bertambah kelas voice over, dan bertambahnya peminat akting suara atau dubbing.

“Kami menekankan [kepada para peserta] untuk rajin latihan karena enggak ada yang instan. Sekarang kan banyak yang ingin instan. Dan banyak-banyak mencari informasi. Zaman sekarang ada medsos kan bisa komunikasi dengan para dubber,” paparnya.

Station Manager Solopos FM, Intan Nurlaili, menjelaskan workshop sehari Dubbing dan Penerjemah Film bersama Solopos FM sempat tertunda sejak awal Pandemi Covid-19. Sebagian peserta tidak ingin ikut workshop secara daring sampai akhirnya berlangsung kemarin.

“Produksi  film tetap berjalan selama masa pandemi, saya kira ini peluang yang harus ditangkap. Peluang menjadi dubber membutuhkan keahlian khusus dan gak semua orang bisa. Tapi bisa dipelajari,” paparnya. (Wahyu Prakoso)

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

 

About author
Jurnalis di Radio Solopos FM Group. Menulis konten di Solopos FM Group yaitu website soloposfm.com dan Radio Solopos FM.
Lihat Seluruh Tulisan

Tinggalkan Komentar