Dinamika 103 : Bank Indonesia dan Perannya di Tengah Pandemi Corona Soloraya

Dinamika 103 : Bank Indonesia dan Perannya di Tengah Pandemi Corona Soloraya

SoloposFM, Bank Indonesia (BI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 67 sejak didirikan pada 1 Juli 1953 – 1 Juli 2020. Peran Bank Indonesia tentu semakin dibutuhkan di kala Pandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia dan dunia. Apalagi dampaknya secara ekonomi sangat terasa.

Sejumlah stimulus kebijakan telah dikeluarkan Bank Indonesia sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini, menjaga stabilitas pasar keuangan, sekaligus mendukung upaya mitigasi risiko penyebaran virus corona (Covid-19).

Di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sendiri, BI selama ini juga berfungsi sebagai advisory atau penasihat untuk pemerintah daerah. Hal ini berjalan sebelum adanya pandemi. Setelah adanya pandemi, BI tentu masuk ke dalam Gugus Tugas Penanganan COVID-19.

Berikut bincang Solopos FM bersama dengan Kepala BI Kantor Perwakilan  Solo Bambang Pramono, dalam program Dinamika 103, Senin (06/07/2020) :

Bagaimana kondisi ekonomi Soloraya sejak awal pandemik hingga saat ini? Optimisme pada perbaikan ekonomi Soloraya?

Bambang Pramono : Pertumbuhan ekonomi Soloraya turun lebih dalam pada triwulan II 2020 dan diperkirakan membaik di triwulan III seiring dengan kebijakan pelonggaran dalam penerapan new normal dan juga stimulus ekonomi oleh Pemerintah, Bank Indonesia, & OJK.

 4 langkah BI dalam mempercepat pemulihan ekonomi akibat dampak pandemik Covid-19:

  1.  Menyediakan likuiditas bagi perbankan dalam restrukturisasi kredit UMKM dan usaha ultra mikro yang memiliki pinjaman di lembaga keuangan.
  2. Mempertimbangkan pemberian jasa giro GWM kepada semua Bank.
  3. Memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan syariah melalui instrumen Fasilitas Likuiditas Berdasarkan Prinsip Syariah (FLisBI), Pengelolaan Likuiditas Berdasarkan Prinsip Syariah (PaSBI), dan Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antar Bank (SiPA).
  4. Mendorong percepatan implementasi ekonomi dan keuangan digital sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi melalui kolaborasi antara bank dan fintech untuk melebarkan akses UMKM dan masyarakat kepada layanan ekonomi dan keuangan.

 

Prediksi ekonomi Soloraya hingga akhir tahun? Sektor apakah yang paling terdampak?

Bambang Pramono : Searah dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Nasional dan Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi Soloraya diperkirakan tumbuh melambat di tahun 2020 akibat dampak pandemi COVID-19 yang menurunkan kinerja hampir semua sektor, terutama sektor utama Soloraya yakni sektor pariwisata, perdagangan, dan industri pengolahan akibat pembatasan aktivitas masyarakat serta menurunnya pendapatan masyarakat yang menyebabkan penurunan permintaan. Pelonggaran aturan KLB dan juga penerapan new normal di bulan Juni 2020 akan mendorong perbaikan ekonomi Soloraya di triwulan III dan IV 2020.

Upaya pemantauan kondisi ekonomi Soloraya yang dilakukan Bank Indonesia Solo hingga saat ini?

Bambang Pramono : Bank Indonesia melakukan pemantauan kondisi ekonomi daerah dengan melakukan survei rutin (Survei Konsumen (SK), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), Survey Penuualan Eceran (SPE), Survei Penjualan Harian (SPH), Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), dam Liaison) serta berkomunikasi dengan OPD terkait untuk mendapatkan data riil di daerah guna mendukung asesmen perekonomian yang menjadi input data bagi kebijakan di pusat.

Komunikasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya (pengusaha misalnya)?

 Bambang Pramono :

  • Komunikasi dengan pengusaka/industri dilakukan melakukan liaison dan juga survei-sirvei yang dilakukan untuk mencari informasi perkembangan kondisi perekonomian.
  • Komunikasi dengan pemerintah daerah melalui fungsi advisory kepada pemerintah daerah dengan menggunakan surat advisory tiap bulan maupun diskusi bersama.
  • Komunikasi dengan perbankan dan PJPUP, terkait protokol pengolahan uang rupiah yang baik selama pandemi Covid-19.
  • Komunikasi dengan media massa, melalui saluran (pers release, pers conference, dll), baik yang didasarkan inisiatif Bank Indonesia aau pertanyaan dari media massa.
  • Komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai program komunikasi/lklan Layanan Masyarakat (ILM) dalam berbagai saluran komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi serta optimisme dalam menghadapi masa pandemi COVID-19.
  • Koordinasi dengan Gugus Tugas dan lembaga masyarakat, terkait Program Sosial Bank Indonesia di bidang penanganan bencana, berupa APD dan bantuan kesehatan serta bantuan sembako.

 

Pesan kepada Masyarakat?

Bambang Pramono : Masyarakat memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung pencegahan penyebaran Covid-19, denpan mematuhi kebijakan pemerintah untuk patuh pada protokol kesehatan, seperti melakukan physical distancing, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kedisiplinan masyarakat untuk mencuci tangan dapat mencegah penularan Covid-19, yanp pada akhirnya akan memutus rantai penularan virus tersebut.

Selain itu, kami jupa menpajak dan menphimbau masyarakat untuk tidak khawatir dalam menggunakan uang sebagai alat transaksi pembayaran tunai. Apabila menggunakan uang tunai untuk transaksi, maka bayarlah denpan uanp yanp pas. Bila terpaksa ada kembalian, maka pisahkanlah atau lakukan karantina uang yang baru didapatkan.

Bank Indonesia mengikuti perkembangan informasi dan hasil riset Bank Central dan lembaga riset internasional di berbagai negara, serta melakukan diskusi denpan pakar kesehatan (microbiology) dari Eijkman Institute, untuk mempelajari media penularan Covid-19 melalui uang.

Uang tunai, sebagaimana halnya benda yang umum digunakan sehari-hari bisa menjadi media penularan menularkan Covid-19. Dalam kesempatan ini, kami perlu menekankan bahwa minimalisasi risiko penularan melalui uang bukan denpan cara membersihkan uang itu sendiri (memanaskan, mencuci uang dengan detergen/disinfektan/alkohol), melainkan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat, melalui disiplin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer setelah memegang uang dan menerapkan physical distancing.

Kami juga mendorong masyarakat dapat meningkatkan penggunaan non tunai untuk melakukan transaksi pembayaran, seperti melalui uang elektronik, mobile banking, internet banking dan QRIS.

Selain itu, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak berbelanja dan bijak berdagang dalam menghadapi new normal. Masyarakat diharapkan dapat berbelanja secukupnya, dan dianjurkan untuk berbelanja online untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Sementara itu, untuk pedagang untuk dapat selalu menjaga kecukupan stok serta menyediakan layanan delivery. Saat ini, sudah banyak pedagang di pasar yang menawarkan delivery.

Selain itu, terdapat beberapa platform yang dapat dimanfaatkan, seperti:

  1. Grab
  2. Goiek
  3. Aplikasi Pono

Lampiran Data PSBI BI Solo

 1      Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan berupa masker dan hand sanitizer kepada PMI, Rp      41.250.000,00 pada 2 April 2020

2      Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan berupa face shield dan hand sanitizer kepada RS Panti Waluyo, Rp19.250.000,00 pada 7 April 2020

3      Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan berupa coverall, face shield, infrared thermogun, dan hand sanitizer kepada RSUP, Rp34.250.000,00 pada 20 April 2020

4      Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan berupa coverall dan masker N-95 kepada RSUD Wonogiri      , Rp48.250.000,00 pada Mei 2020

5      Bantuan 7 alat penyemprot desinfektan dan 50 coverall kepada SAR HNC Lanud Adi Soemarmo, Rp19.850.000,00        pada Mei 2020

6      Bantuan Sembako ke Ponpes Darul Quran Sragen, Rp20.000.000,00   pada Mei 2020

7      Bantuan sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19 oleh GenBI Solo, Rp28.370.000,00, pada Juli 2020

8      PT Radio Ramametta: 1.500 masker kepada Panti Asuhan Al Ihsan Surakarta, Panti Asuhan Karuna Putra dan Putri Sukoharjo, Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah Sukoharjo, Rp10.500.000,00 pada Juli 2020

9      Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan berupa masker dan hand sanitizer kepada PMI, Rp      16.250.000,00 pada Juli 2020

Total bantuan yang telah diberikan mencapai Rp237.970.000,00

 

Lampiran Kegiatan Pengembangan UMKM

Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah serta FGD Holding Bisnis Pesantren

  • Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual pada 14 Mei 2020, diikuti 50 Pesantren Binaan BI Solo dengan Narasumber DEKS, akademisi dari Universitas Airlangga (UNAIR) dan anggota tim formatur holding pesantren nasional perwakilan pesantren di provinsi Jawa Tengah melalui Zoom.
  • Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong dan terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang akan berdampak positif bagi penguatan stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kesejahteraan masyarakat secara umum.
  • Inisiasi pembentukan holding bisnis pesantren di Soloraya jg diharapkan akan meningkatkan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan unit usaha pesantren, termasuk peningkatan pengembangan akses pasar usaha bersama.

Pelatihan Pengolahan Produk Makanan Frozen Food

Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual pada 18 Mei 2020, diikuti 30 UMKM dan klaster Binaan dan mitra BI Solo dengan narasumber Chef Budi Utomo melalui Zoom. Pelatihan ini bertujuan memotivasi anggota klaster dan UMKM sekaligus mencari peluang shifting produk untuk bisa bertahan di masa pandemi

PeIatihan Sistem Jaminan Produk Halal menuju Sertifikasi Halal bagi UMKM

Pelaksanaan kegiatan ini BI Solo bekerjasama dengan Halal Center UNS, dan pelatihan sekaligus pembukaan kegiatan telah di dilaksanakan secara virtual pada 25 Juni 2020, diikuti 20 UMKM Binaan dan mitra BI Solo melalui Zoom. Kegiatan ini berlangsung secara series dengan harapan dapat memberikan informasi yang menyeluruh kepada UMKM mengenai pentingnya sertifikasi halal bagi pengembangan nilai produk UMKM. Selain itu juga sebagai informasi tahapan pelaksanaan menuju sertifikasi halal sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh LPPOM MUI

 Kegiatan pendukung pengembangan ekspor UMKM

 Selama pandemik Covid-19, kami telah mengikutsertakan beberapa UMKM untuk mengikuti kegiatan webinar bersama KPwLN dalam pemanfaatan peluang ekspor di negara lain diantaranya adalah:

  • Webinar live talk series mengenai diskusi ekspor kopi ke Singapura pd bulan April 2020.
  • Webinar pemanfaatan peluang trade, tourism and investment Australia dgn KPwBI Beijing pd 18 Juni 2020.
  • Webinar Meeting “Siap Menyambut Pasar Ekspor di New Normal” pd 24 Juni 2020.
  • Webinar “Halal Chain Live Talk, Halal Market Opportunity in Singapore” pd 24 Juni 2020.
  • Webinar Food and Beverages Ingredients ekspor produk UMKM ke Jepang pd 30 Juni 2020.

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

 

Post Comment

Play Streaming Now!!
Play Video Streaming Now!!