SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Terima Kunjungan LSM asal Belgia

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Terima Kunjungan LSM asal Belgia

SoloposFM, SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo kedatangan tamu istimewa dari Rikolto, Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional berkedudukan di Leuven, Belgia, Selasa (9/7/2019). Kedatangan LSM tersebut, dalam rangka menguatkan visi Solo sebagai Kota Cerdas Pangan, dengan rangkaian kegiatan “Gelar Praktik Cerdas Pengelolaan Pangan” dengan topik “Program Kantin Sekolah Sehat”.

Communication Coordinator Rikolto, Maria Serenade Sinurat, mengungkapkan pihaknya berpengalaman lebih dari 40 tahun bekerja sama dengan petani, organisasi petani dan aktor rantai pangan di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa. Di Indonesia, Rikolto bekerja di lima sektor komoditas beras, kopi, kakao, kulit manis, rumput laut dan dua inisiatif tematik yaitu Kota Cerdas Pangan dan Pembayaran Jasa Lingkungan.

“Tujuan kami mendokumentasikan praktik pengadaan pangan sehat untuk anak lewat kantin sehat,” ungkap Maria.

Sebagaimana rilis yang diterima Solopos FM, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo, Jatmiko mengatakan kunjungan dari Masyarakat internasional dan Yayasan Gita Pertwi merupakan salah satu petik praktik baik sekolah untuk terus berkemajuan dan berkeunggulan menebarkan virus-virus praktik berkelanjutan terarah, terukur.

“Hadir di Kantin Sekolah Sehat Ramah Anak Charlotte Flechet Koordinator Klaster Kota Cerdas Pangan Rikolto, Marieke van Schoonhoven Jurnalis Majalah EOS, Purnama Adil Marata Kurator sistem pangan Indonesia-Rikolto dan tim yayasan Gita Pertiwi, Kantin berdiri sejak tahun 2014, dibina oleh majelis dikdasmen PDM Solo, Dinas Pendidikan, Kesehatan, Puskesmas Stabelan, Ketahanan Pangan, BPOM atau Laka POM dan bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Solo, Fakultas Kedokteran, Gigi UMS, dan Stikes Aisyiah, dan kita punya sistem kontrol, bisa melaksanakan berbagai uji laborat mulai dari air, usap, makanan dan minuman serta uji komposisi gizi makanan yang dijual,” papar Jatmiko.

Ia menambahkan, dengan sarana prasarana kantin yang representatif, sesuai dengan standar kesehatan, dan dipantau oleh dinas terkait terhadap makanan dan minuman yang dijual, kantin sekolah terus berbenah sebagai kantin terbaik yang pernah ada dengan terobosan E-Money diperkuat sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasa Boga Nomor: 449/002/J.B/A1/2019 dan Laik Hygiene Sanitasi Kantin Nomor: 449/001/LHS-K/2019.


Dyan Anngraini, SKM., MPH., Analisis kesehatan ibu dan anak, Seksi kesehatan keluarga bidang kesehatan masyarakat, mengemukakan ada lima kunci keamanan pangan menurut WHO, pertama jagalah kebersihan, kedua pisahkan pangan mentah dari pangan matang, ketiga masak dengan benar, keempat jagalah pangan pada suhu aman dan kelima gunakan air dan bahan baku yang aman.

“Angka kecukupan gizi dipengaruhi oleh umur, aktivitas dan jenis kelamin, bagaimana mencegah dan mengendalikan infeksi? Lakukan Hygiene sanitasi dengan variabel bahan makanan, penjamah makanan, tempat pengolahan dan peralatan pengolahan serta alat saji,” ungkap Dyan.

Sementara itu, Drastiana Nisa menyampaikan bahwa Gita Pertiwi adalah Lembaga Swadaya Masyarakat nasional yang berpengalaman selama 27 tahun bekerjasama dengan petani, organisasi petani dan aktor rantai pangan di Indonesia.

“Gita pertiwi bekerja sama dengan Rikolto dalam kerangka mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan,” pungkas Drastiana.

[Avrilia Wahyuana]

Post Comment