SDM 1 Ketelan Ajarkan Anak Peduli Kesehatan Menstruasi

SDM 1 Ketelan Ajarkan Anak Peduli Kesehatan Menstruasi

SoloposFM Pendidikan kesehatan menstruasi sangatlah penting untuk anak usia dini. Mengingat pentingnya hal tersebut,Sekolah Dasar Swasta Rujukan (SDSR) versi Kemendikbud RI, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, bekerjasama dengan Puskesmas Setabelan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan guru Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), mengadakan penyuluhan menstruasi, anemia zat besi ditinjau dari segi kesehatan dan keislaman.

Sebanyak 165 siswi mengikuti kegiatan tersebut dengan bergembira hati di aula sekolah setempat, Senin (25/2/2019) siang. Pada kesempatan itu, Syamsiyah dari Puskesmas Setabelan mengajarkan bagaimana saat menghadapi menstruasi. Siswi dihimbau agar jangan bingung, jangan takut, jangan cemas dan jangan galau menghadapi masalah tersebut.

“Menstruasi adalah normal, proses peluruhan lapisan dalam rahim (Endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah dari uterus (rahim) melalui vagina. Apa yang harus dilakukan saat menstruasi/haid? Mengamankan darah HAID, dengan memakai pembalut,” tuturnya.


Syamsiyah menjelaskan menstruasi berlangsung setiap Bulan atau sesuai siklusnya. Darah menstruasi berwarna merah kecolatan/ merah kehitaman dengan lama mentruasi 3 hingga 7 hari. Biasanya di akhir mentruasi darah akan menjadi coklat dan kekuningan tanda menstruasi akan selesai.

Sebagaimana rilis yang diterima Solopos FM, dalam kesempatan tersebut, juga dijelaskan penyebab anemia. Kondisi ini disebabkan tidak seimbangnya konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, meningkatnya kebutuhan tubuh karena kondisi tertentu; remaja yang mengalami tumbuh kembang, ibu hamil, hingga akibat penyakit kronis.

Ruli Sudaryanto, S.STGz petugas ahli gizi Puskesmas Stabelan mengatakan, pengetahuan tentang menstruasi sangat penting untuk anak perempuan. Anak harus faham akan menstruasi, baik dari tanda-tandaya, apa yang perlu dilakukan, hingga bagaimana cara membersihkan darah menstruasi.

“Anak yang menstruasi itu juga akan mengalami masalah gizi. Salah satunya anemia yang diakibatkan karena kehilangan darah masa menstruasi, tanda dan gejala “5 L” yaitu letih, lemah, lesu, lelah dan lalai. Hal ini akibatnya menurunnya kemampuan tubuh, menurunya konsentrasi belajar, kebugaran tubuh, daya tahan tubuh terhadap penyakit dan menghambat tumbuh kembang,” jelas Ruli.

Penanggulangan anemia bisa melalui konsumsi makanan yang kaya sumber zat besi, mulai dari protein hewani seperti hati sapi, hati ayam, daging, ikan telur, dll. Lalu protein nabati mulai dari kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, dll. Bisa juga minum tablet tambah darah (TTD) setiap hari selama haid dilanjutkan tiap 1 minggu sekali.


Kegiatan penyuluhan ini disambut gembira oleh seluruh siswi, termasuk Candra Dewy Cahaya Putri.

“Saya menjadi tahu bagaimana tentang masa remaja atau pubertas. Acara ini membuat saya tidak takut mengalami menstruasi dan saya menjadi faham apa saja contoh-contoh perubahan fisik remaja. Saya juga memahami contoh hadats besar, hadats kecil dan bagaimana cara mandi besar menurut tuntunan Islami, terima kasih bu Ishayati guru Ibadah,” kata siswi kelas VI itu dengan tersenyum.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi pendidikan kesehatan di usia dini.

“Islam merupakan agama yang sempurna dan mencakup semua bidang dalam kehidupan manusia, lebih konkritnya bisa dimulai dari hal pendidikan, anak-anak kita lebih siap menghadapi masa menstruasi dan juga bisa mencegah anak menderita anemia, sehat dan cerdas, bangunlah jiwanya bangunlah badannya. Oleh karena itu para siswi harus mengerti bagaimana merawat kesehatannya, sebelum sakit, Semoga kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan,” ujarnya.

[diupload oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment