Market Day SD Muhammadiyah PK Pracimantoro, Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini

Market Day SD Muhammadiyah PK Pracimantoro, Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini

SoloposFM – Ada pemandangan berbeda di halaman SD Muhammadiyah PK Pracimantoro, Wonogiri, pada Sabtu pagi (9/2/2019). Suasana di halaman sekolah terlihat seperti suasana di pasar tiban. Ratusan siswa dan guru nampak antusias menata dan menghias lapak dagangan sesuai kelas masing-masing.

Beragam barang dagangan tertata rapi di tiga belas lapak yang tersedia. Barang dagangan tersebut terdiri dari berbagai jenis jajanan pasar, aneka minuman jus buah, souvenir, dan kebutuhan rumah tangga. Tiap lapak penjualan berupaya menampilkan perwajahan terbaiknya. Pagi itu, sejumlah 404 siswa SD Muhammadiyah PK Pracimantoro mengikuti kegiatan market day yang diselenggarakan oleh sekolah.

Beberapa hari sebelumnya, siswa yang ingin berjualan didata oleh wali kelas masing-masing. Harga barang dagangan dibatasi maksimal Rp5000. Sedangkan yang ingin menjadi pembeli dibatasi membawa uang saku sebesar Rp 20.000. Setelah semua lapak dagangan telah siap, transaksi jual belipun dimulai.

Kegiatan yang mengambil tema “Islamic Creativepreneur Corner Build Creativity in Islamic Enterpreneurship” tersebut berlangsung sangat meriah. Ismiyatin, salah satu guru SD Muhammadiyah PK Pracimantoro menyatakan tujuan utama kegiatan tersebut untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.


“Melalui kegiatan ini kami berharap siswa bisa mengasah kompetensi komunikasi dan transaksi jual beli,” ungkapnya.

Ia menambahkan market day ini juga merupakan bagian dari pembelajaran tematik, terutama materi pengetahuan Matematika realistik, penggunaan uang, dan kebutuhan sehari-hari manusia.

“Melalui belajar yang dikemas dengan kegiatan jual beli ini para siswa merasa gembira,” pungkas Ismiyatin.

Abdullah Faaiq Ramadhan, siswa kelas 1 SD Muhammadiyah PK Pracimantoro mengaku bersemangat berjualan dalam kegiatan tersebut. Ia berjualan jus aneka buah seharga seribuan.

“Saya tadi bangun sebelum subuh untuk membuat jus buah naga, melon, dan jambu bersama Ibu”, ungkapnya.

“Alhamdulillah, saya menjual dua puluh kantong jus dan langsung habis dibeli teman-teman”, imbuhnya.


Kegiatan
market day diakhiri dengan menghitung uang hasil penjualan dan dicocokkan dengan barang yang terjual. Hasil perolehan uang penjualan tersebut kemudian dilaporkan kepada wali kelas masing-masing untuk direkap menjadi laporan tiap kelas.

Salah satu siswa kelas 1, Arsya, yang berjualan cilok dan es teh mendapatkan uang sejumlah Rp 38.000.

“Saya senang karena dagangan habis dan uangnya nanti akan saya masukkan celengan,” ungkap Arsya dengan polos.

[diupload oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment