Wisuda Tahfidz dan Tajdied SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Membentuk Generasi Cinta Quran

Wisuda Tahfidz dan Tajdied SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Membentuk Generasi Cinta Quran

SoloposFM – SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat (PK) Kota Solo, menggelar Wisuda Tahfidz Angkatan ke lIl dan Tajdied Angkatan ke I. Kegiatan ini mengambil tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani untuk Menyongsong Masa Depan yang Gemilang” di Multazam Hotel Kartasura, Sabtu (2/2/2019).

Wisuda Tahfidz dan Tajdied ini diikuti oleh 118 siswa dengan perincian wisuda tajdied 46 anak, 88 anakTahfidz juz 30 dan 8 anak tahfidz juz 29. Hadir dalam acara tersebut, Sumiyati, Pengawas PAI TK/SD dari Kemenag Solo dan Titik Sayekti, Pengawas Gugus 1 Slamet Riyadi Kecamatan Laweyan.

Dalam sambutannya, Sumiyati memberikan apresiasi positif atas kegiatan tersebut.

Banyak tokoh dan ilmuwan muslim berpengaruh yang mereka adalah para penghafal Al Quran,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap ke depan SD Muhammadiyah PK mampu terus melakukan inovasi terutama dalam pembelajaran Al Quran dan tahfidz. Ia menambahkan bahwa saat ini banyak kampus dan bidang-bidang pekerjaan yang memberikan prioritas khusus bagi para penghafal Al Quran. Oleh karena itu, ia mendorong para siswa untuk terus bersemangat dalam menghafalka Al Quran.

“Menghafal Al Quran justru akan membuat kita semakin cerdas,” pungkasnya.

Sebagaimana rilis yang diterima Solopos FM, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Nursalam dalam sambutannya menegaskan, kegiatan Wisuda Tahfidz dan Tajdied ini diselenggarakan dalam rangka memberikan motivasi dan apresiasi pada siswa dan orang tua untuk bersama- sama sekolah mensukseskan gerakan membaca, memahami, dan mengamalkan Al Quran.

“Tahun ini kita memulai menggunakan metode Tajdied dalam pembelajaran Al Quran di kelas bawah,” ungkapnya.

Nursalam menambahkan bahwa metode Tajdied ini menggunakan nada Hijaz dalam melantunkan bacaan Al Quran dan tepuk tangan untuk belajar tajwid terutama panjang dan pendek bacaan. Melalui metode ini, diharapkan ada keseimbangan antara sisi kognitif dan psikomotorik siswa, sehingga siswa lebih mudah dalam persiapan membaca Al Quran.

“Dengan metode Tajdied ini kami harapkan kelas bawah, yaitu kelas 1, 2, dan 3 sudah fasih membaca Al Quran,” tegasnya.

Nursalam juga mengajak anak-anak, orang tua dan guru untuk membiasakan membaca Al Quran.


Dalam kegiatan wisuda ini juga diisi dengan tausiyah oleh Muhammad Widodo, pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kartasura. Dalam ceramahnya ia mengajak kepada para orang tua untuk menjaga hafalan anak-anaknya.

“Generasi masa depan kita berharap tidak sekedar pintar dalam urusan keilmuan dan pekerjaan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia sesuai tuntunan Al Quran,” tegas Muhammad Widodo.

[diupload oleh Avrilia Wahyuana]

Post Comment