Bagaikan Peneliti, Siswa SD Muh 1 Solo Jelajahi Museum Radyapustaka

Bagaikan Peneliti, Siswa SD Muh 1 Solo Jelajahi Museum Radyapustaka

SoloposFM – Sebanyak 136 siswa kelas 2A, B, C dan D dan 4 guru pendamping SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo mengadakan kegiatan kunjungan pembelajaran di luar kelas ke Museum Radyapustaka. Mereka menunjungi museum yang berdiri sejak 28 Oktober 1890 di masa pemerintahan Pakubuwono X.

Sebagaimana rilis yang diterima Solopos FM, kegiatan ini merupakan sebagian dari pembelajaran tema ke-5 sub tema 4 yakni “pengalamanku di tempat wisata”.

”Tujuan dari kegiatan ini ada 5 hal, yaitu memperkenalkan tempat wisata Museum Radya Pustaka, mengamati dan meneliti, melakukan proses belajar mengajar secara langsung terhadap sumber belajar, menciptakan kondisi dan nuansa belajar yang lain dari biasanyayang berlangsung di sekolah, dan mengajarkan siswa untuk berinteraksi langsung pada lingkungan sebagai sumber belajar,” ujar Kustinah Purwani, S.Pd, Rabu (1/30/2019).


Saat siswa berada dilokasi karena rasa ingin tahunya yang demikian besar membuat para peserta didik tidak sabar untuk menyusuri setiap sudut museum. Tak sedikit dari mereka pun berebut untuk bertanya salah satu petugas museum ibu Windi, sambil mengamati.

Di museum Museum Radyapustaka banyak kita temukan barang-barang kuno. Koleksi yang dimiliki museum ini terdiri dari 121 buah benda cagar budaya dari batu, 228 buah keramik, dan 249 buah perunggu. Ada pula beragam 481 wayang, seperti wayang kulit, wayang purwa, dan wayang Thailand. Koleksi mata uang kuno, seperangkat gamelan, dan naskah-naskah kuno yang disimpan rapi di perpustakaan museum.

Museum ini juga memiliki koleksi senjata, seperti senapan, tombak, keris, pedang, belati, perisai, anak panah, buku sastra, jam big bend, dan mesin ketik huruf jawa. Lokasi nyaman dan suasana sejuk membuat siswa menikmati peninggalan sejarah tersebut. Siswa nampak terlihat serius menyimak dan menuliskan catatan di bukunya.

Paris salah satu siswa kelas IIA, Ia mengungkapkan, sangat senang mengikuti kegiatan ini. Karena bisa berlajar sekaligus rekreasi.

”Yang paling menyenangkan saya dapat kesempatan melihat benda-benda jaman dulu dan banyak macamnya. Kita bisa mempelajarinya, juga jangan lupa dirawat dan dihargai,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK Dan Budaya, Jatmiko, mengatakan dengan berkunjung ke museum membuat kita mengenal sejarah dengan baik secara terarah, terukur dan berkesinambungan.

“Merupakan satu proses perjalanan bangsa. dari generasi yesterday, now, hingga tomorrow, itu merupakan satu rangkaian, dan kini kita harus menggerakkan dan memetik pelajaran sejarah, koleksi masterpiece luar biasa bagi generasi zaman now, mulai dari 400 buku jawa, canthik rajamala, tosan aji, wayang dan alat musik, arca batu, keramik, arca perunggu, miniatur ruang memorial, uang kuno dan perpustakaan,” jelasnya.

[Avrilia Wahyuana]

Post Comment