277 Siswa SD Muh 1 Solo Diimunisasi DT/Td

277 Siswa SD Muh 1 Solo Diimunisasi DT/Td

SoloposFM – Bertepatan tanggal 16 November, yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional dan Hari Konferensi Warisan Sedunia, Puskesmas Setabelan mengadakan imunisasi di Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Solo, Jum’at (16/11/2018). Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko menjelaskan, imunisasi ini untuk perlindungan dan menangkal penyakit difteri dan tetanus.

Sesuai surat No. 440/458 perihal jadwal Bias DT/Td, tertanda tangan Kepala Puskesmas Setabelan Dinas Kesehatan Kota Solo dr. Suci Wuryanti, dengan menurunkan petugas Dr. Rita, Sannaria, Eli, Siti Samsiyah, dan Yuliana, sebanyak 277 Siswa ikuti imunisasi DT/Td” kata Jadmiko.

Harapan mampu memperkuat toleransi dan meningkatkan rasa saling pengertian antar dan budaya bangsa, maka mengajar generasi “Z” di era disrupsi dan revolusi industri 4.0 membutuhkan kemampuan dalam melakukan analisa, mengambil keputusan atau berkolaborasi dengan memecahkan masalah, beradaptasi, kepemimpinan, kreativitas, inovasi harus di dukung anak-anak yang sehat lahir dan batin,” imbuh Jatmiko.


Meskipun imunisasi sudah sangat populer karena tiap tahun diadakan, tetap saja ada di antara peserta didik menghadapinya dengan ketegangan. Melihat jarum suntik walaupun kecil tetap saja menakutkan. Petugas kesehatan sudah mempersiapkan peralatannya. Dimulai dari kelas 1 yang siap baris berjajar. Ada yang senyum-senyum. Tapi begitu menghadap petugas langsung tegang. Ada yang sampai menangis. Giliran kelas 2 suasana juga sama.

Teman-teman kelas 2 tahun ini lebih berani dan hebat. Salah satunya saya Farel Ganendra Putra, tidak takut, enak, rasanya enak sekali, kayak digigit semut,” kata Farel.


Orangtua siswa mendukung imunisasi ini demi kesehatan anaknya.

Al Hamdulillah, saya sebagai salah satu siswa sangat mendukung adanya kegiatan imunisasi tersebut untuk menjaga anak-anak dan membuat kekebalan tubuh dari virus penyakit yang berbahaya, walaupun awalnya anak saya Wafi takut dan mau menangis,” ujar Nur Fitri Astuti, ibu Muh. Wafi Ash Shiddiq 1 A.

[Avrilia Wahyuana]

Post Comment