• 10 September 2013
    • Comments Off

    Workshop Ramayana Internasional, Perkenalkan Seni Tari Antarnegara

    Solopos.com, SOLO—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan serta  Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman menyelenggarakan Workshop Ramayana Internasional di Gedung Teater Besar, Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Senin (9/9/2013). Workshop yang melibatkan delegasi negara Filipina, Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Indonesia ini merupakan acara terakhir dari rangkaian Festival Ramayana International 2013.

    Pembantu Rektor I ISI Solo, Suyanto mengaku sangat beruntung dapat menjadi tuan rumah workshop ini. Selain untuk membentuk karakter bangsa dan memperkuat hubungan internasional, ia berharap workshop ini dapat memberikan pengalaman dan kesan yang baik bagi para partisipan dan peserta.

    “Ini merupakan kesempatan yang baik bagi para peserta dan partisipan untuk saling mengenal kesenian dari negara-negara di Asia Tenggara yang sama-sama memiliki cerita Ramayana namun dengan versi yang berbeda,” kata Suyanto dalam sambutannya.

    Mengangkat tema Similarity in Diversity (kesamaan dalam keberagaman), dalam workshop tersebut delegasi dari masing-masing negara menampilkan pertunjukkan tari yang populer di negara mereka selama tujuh menit. Setelah itu, mereka secara bergantian saling mengajarkan gerakan-gerakan dasar tari yang ditampilkan.

    Salah satu pengisi workshop dari Indonesia, Wasi Bantolo mengatakan workshop ini secara serentak dilaksanakan di dua tempat, yakni ISI Solo dan ISI Jogja. Ia menjelaskan, sembilan delegasi negara partisipan Festival Ramayana International 2013 dibagi menjadi dua. Delegasi Filipina, Malaysia, Myanmar, dan Kamboja mengadakan workshop di ISI Solo, sedangkan delegasi India, Laos, Singapura, dan Thailand mengadakan workshop di ISI Jogja.

    “Melalui workshop ini, diharapkan ada transfer pengalaman dari negara-negara partisipan dengan mahasiswi ISI Solo, serta guru-guru di sekolah-sekolah kesenian dan sanggar-sanggar tari di wilayah Solo. Semoga workshop ini dapat bermanfaat untuk para peserta,” terang Wasi kepada Solopos.com, Senin pagi.

    Ketua Delegasi dari Malaysia, Nurmila, menilai kegiatan ini baik sekali karena melibatkan hampir seluruh negara di Asia Tenggara. Menurutnya, selain mempererat persahabatan antar negara, kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan seni tari tradisional dari negara-negara partisipan.

    “Saya harap bila ada acara seperti ini lagi, cakupan negaranya diperluas lagi, misalnya ke China dan Amerika. Karena, siapa tau mereka juga memiliki cerita Ramayana dengan versi yang berbeda,” imbuhnya.

    Leave a reply →
Comments Off

Comments are closed.