• 1 September 2013
    • Comments Off

    Awas, Dampak Kolesterol Tinggi Tak Diketahui

    Ilustrasi serangan jantung (JIBI/Harian Jogja/Antara)

    Harianjogja.com, JOGJA – Dampak negatif kolesterol jahat terhadap kesehatan seperti stroke dan serangan jantung, ternyata tidak diketahui sebelumnya. Kolesterol berbahaya itu langsung ‘menyerang’ organ vital manusia.

    Seseorang yang memiliki kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) perlu mengetahui cara menyembuhkannya dan meningkatkan kadar kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

    Menurut dokter Rizaldy T Pinzon, pakar penyakit dalam, fenomena orang dengan kolesterol tinggi. Bahkan, satu diantara enam orang di dunia terkena stroke dan setiap enam detik ada kasus stroke yang terjadi. Sebagian besar, 80% disebabkan trombotik dan sumbatan akibat kolesterol.

    “Laki-laki dan perempuan semua berpotensi. Tetapi, perempuan menopause jauh lebih rentan memiliki kolesterol LDL yang tinggi,” jelasnya dalam seminar awam tentang Kolesterol dan Resiko Penyakit Stroke dan Jantung, Sabtu (31/8/2013).

    Ada banyak faktor yang memengaruhi LDL tinggi. Merokok, diabetes, hipertensi, kegemukan sentral dan faktor genetik bisa menimbulkan LDL tinggi.

    “Boleh gemuk, tetapi harus merata. Jangan buncit. LDL yang ditoleransi kurang dari 100 mg/dl atau paling tidak toleransinya 130 mg/dl. Kalau diatas itu, hati-hati,” dia mengingatkan.

    Bila seseorang memiliki LDL tinggi dan HDL rendah, hal itu beresiko mengalami stroke atau serangan jantung. Serangan, lanjut dia, bisa langsung menyerang penyumbatan saluran darah pada otak yang menimbulkan stroke, atau pembuluh darah di jantung (serangan jantung), menyumbat pembuluh ginjal (gagal ginjal) atau menyerang pembuluh darah di mata yang berakibat pada kebutaan.

    “Ironisnya, 90% mereka yang terkena stroke, serangan jantung, gagal ginjal atau buta, tidak mengetahui gejalanya disebabkan oleh kolesterol (LDL) yang tinggi. Makanya, kolesterol jahat ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia,” ujar Pinzon.

    Ada sejumlah faktor penyebab orang dengan LDL yang tinggi. Dimana 85% mereka makan sayur dan buah yang sedikit, 62% mengalami obesitas tidak total, 1-5% jarang bergerak, 30% akibat stres dan 80% mereka saat diperiksa dokter mengaku baik-baik saja. Untuk menghindari hal itu, sambungnya, seseorang harus memiliki HDL yang lebih baik daripada LDL.

    “Lakukan diet sehat, olah raga teratur dan lakukan pola hidup yang konsisten. Hindari makan fastfood dan makan-makanan berlemak. Kalau LDL sudah menyumbat pembuluh darah maka resiko terkena stroke atau serangan jantung,” katanya.

    Dijelaskan Direktur RS Bethesda dokter Poerwadi, trigliserida merupakan jenis lemak yang lain yang juga melewati saluran darah. Kebanyakan jaringan lemak tubuh yang berasal dari lemak dalam makanan. “Tingginya kadar trigliserida dalam tubuh merupakan faktor resiko tambahan terhadap serangan jantung. Tingginya HDL dalam darah dapat membantu mengurangi resiko penyakit jantung,” jelasnya.

    Meski sudah banyak diterangkan terhadap bahaya kolesterol, namun banyak peserta yang masih penasaran. Fakhruddin misalnya, pria berusia 64 tahun itu menanyakan hubungan kolesterol dengan keturunan. “Apakah ada hubungannya? Enam bulan sekali saya cek, tetapi posisi LDL selalu mengalami kenaikan,” katanya.

    Hal berbeda ditanyakan oleh Elisabeth Pamuli. “Saya memiliki trigliserida bagus, 54 mg/dl, HDL 52 mg/dl tetapi kenapa LDL saya sampai 164 mg/dl? Ada apa dengan diri saya?” Tanya Elisabeth bertanya tak percaya.

    Secara umum, baik Pinzon maupun Poerwadi menganjurkan agar semua peserta melakukan medical chek up secara berkala. Pasalnya, untuk memonitor perkembangan LDL general chek up perlu dilakukan.

    Leave a reply →
Comments Off

Comments are closed.