• 22 Agustus 2013
    • Comments Off

    WISATA BUDAYA
    Nonton Festival Danau Toba 8-14 September, Yuk!

    Solopos.com, MEDAN — Festival Danau Toba (FDT) yang tahun lalu masih bernama Pesta Danau Toba (PDT), kini kembali digelar di Samosir, Sumatra Utara, pada 8-14 September 2013.

    Dikutip dari laman resmi www.festivaldanautoba.com, disebutkan bahwa penggantian nama menjadi FDT menunjukkan ‘kelasnya’ telah ditingkatkan. Kegiatan tahunan ini menjadi sebuah festival yang tentu lebih dari sekadar pesta belaka.

    Danau Toba memang sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Provinsi Sumatra Utara yang menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer tersebut juga tercatat sebagai danau vulkanik terbesar di dunia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

    Kegiatan FDT kali ini mengangkat budaya lokal yang dikemas secara profesional. Salah satunya adalah Karnaval Sigale-gale. Acara unik dan penuh warna ini diyakini akan menarik perhatian bukan saja warga lokal atau wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.

    Acara tersebut menjadi unik, karena digelar dalam bentuk karnaval. Kalau biasanya orang hanya menyaksikan Sigale-gale secara statis, dalam arti di satu tempat saja, kini pertunjukannya dibawa melewati rute sejauh 4,5 kilometer. Dimulai dari Lapangan Bola Ambarita sampai ke open stage Tuktuk di Pulau Samosir.

    Walaupun namanya Karnaval Sigale-gale, namun yang digelar lebih dari sekadar satu jenis seni pertunjukan Batak saja. Akan ditampilkan pula Gorga (seni ukir khas batak), Gondang (seni musik khas batak), Topeng Batak, Tandok (wadah dari anyaman khas batak), dan tentu saja keberadaan Ulos yang menjadi ikon Batak di dunia fashion.

    Kearifan budaya lokal ini dikemas dalam tampilan profesional, sehingga mampu menunjukkan bahwa budaya Batak yang merupakan bagian dari budaya nasional Indonesia, merupakan salah satu keunggulan negeri ini.

    Acara menarik lainnya dalam FDT adalah Lake Toba’s World Drum Festival. Berdasarkan data hanya ada sedikit kawasan di dunia yang menjadikan gondang (gendang atau drum) sebagai melodi. Di Asia, hanya di Myanmmar dan di Indonesia, khususnya di Tanah Batak, gendang atau drum dijadikan sebagai melodi dalam suatu pertunjukan musik tradisional.

    Tetapi yang membuat festival yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Sumatra Utara menjadi semakin menarik, karena pengunjung bukan hanya dapat menyaksikan, mengamati, dan mendukung pementasan seni budaya dan kompetisi olahraga yang diadakan, namun juga bisa ikut serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Memang, selain pagelaran seni budaya, juga ditampilkan beragam kompetisi olahraga. Bukan sekadar kompetisi lokal, tetapi bahkan akan menjadi kompetisi internasional, karena diundang pula atlet-atlet dari sejumlah negara sahabat.

    Di antara lomba-lomba olahraga yang digelar, termasuk olahraga perairan. Selain mempromosikan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia, kompetisi tersebut juga untuk memperkenalkan Danau Toba sebagai salah satu arena olahraga perairan di Indonesia. Ada lomba renang, baik untuk kategori jarak pendek maupun marathon.

    Selain itu, akan diselenggarakan pula kompetisi Solu Bolon, lomba dayung dengan perahu tradisional yang biasa digunakan di Danau Toba.

    Kompetisi olahraga lainnya adalah lomba paralayang dengan kategori akurasi pendaratan, baik di darat maupun di air. Percaya atau tidak, tapi kawasan sekitar Danau Toba, disebut-sebut sebagai salah satu spot paralayang terbaik di dunia.

    Jadi sungguh tepat, pelaksanaan FDT kali ini. Kalau dulu disebut Pesta, maka kini menjadi Festival. Lebih dari sekadar pesta, yang pasti akan menjadi lebih menarik.

    Leave a reply →
Comments Off

Comments are closed.