• VIDEO MESUM BOYOLALI
    Kalangan Pedagang Sudah Mendengar Isu

    Ilustrasi berbuat mesum (Dok/Solopos)

    Ilustrasi berbuat mesum (Dok/Solopos)

    Solopos.com, BOYOLALI – Beredarnya video mesum yang diduga dilakukan dua pedagang di Pasar Sunggingan, Boyolali ternyata sudah diketahui oleh para pedagang sebelumnya. Meski demikian, Lurah Pasar Sunggingan Sriyato mengaku belum mendapat laporan resmi dari lingkungan pedagang pasar setempat.

    Sehingga dirinya tidak mengetahui tentang beredarnya video mesum tersebut. Namun diakuinya, sebelumnya dirinya sempat mendengar isu seputar beredarnya video yang diduga dilakukan dua pedagang di pasar itu. Kendati demikian, pihaknya menyatakan tidak bisa mengambil langkah apapun untuk menyikapinya.

    ”Saya tidak punya kewenangan untuk itu. Kalaupun benar dilakukan oleh pedagang di pasar, itu kan urusan pribadi. Ya tentunya saya tidak bisa ikut campur,” ungkapnya.

    Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (16/7/2013), pelaku dalam video tersebut diduga kuat merupakan dua pedagang kain di Pasar Sunggingan, Boyolali. Video berdurasi 28 menit 45 detik tersebut diduga direkam sendiri oleh pelaku dengan HP. Perbuatan mesum itu dilakukan keduanya di dalam sebuah kamar yang lokasi tepatnya belum diketahui pasti.

    Dimintai konfirmasi terpisah, Kapolres Boyolali, AKBP Budi Haryanto, melalui Kasatreskrim, AKP Dwi Haryadi, mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap beredarnya kasus video porno tersebut.

    ”Kami akan melakukan penyelidikan,” kata Kasatreskrim ketika dimintai konfirmasi Solopos.com.

    Kapolsek Boyolali, AKP Taufik Oktavianto, saat dihubungi Solopos.com, menambahkan kasus peredaran video mesum itu akan ditangani langsung Satuan Reskrim Boyolali. Namun dari Polsek Boyolali juga akan melakukan razia terkait peredaran video mesum tersebut.

    ”Kami tetap membantu Polres dalam penyelidikan, termasuk melakukan operasi di lapangan,” kata Kapolsek.

    Leave a reply →

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.