• KORUPSI DANA REKONSTRUKSI GEMPA
    Warga Dlingo Laporkan Kasus Baru

    Ilustrasi Uang
    JIBI/Harian Jogja/Hengky Irawan

    BANTUL-Dugaan pemotongan dana rekonstruksi (dakon) gempa DIY 2006 di Dusun Pakis Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo Bantul dilaporkan ke kejaksaan setempat. Jumlah pemotongan dana dihitung mencapai lebih dari Rp200 juta.

    Kasus tersebut dilaporkan warga Desa Dlingo bernama Giyanto bersama sejumlah warga korban pemotongan di Dusun Pakis I dan Pakis II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, Rabu (17/4).

    Giyanto mengaku mendampingi warga yang hendak melapor adanya dugaan korupsi bantuan dana gempa yang cair sekitar 2007 tersebut.

    Kasus yang dilaporkan khusus pemotongan dana gempa untuk bantuan pembangunan rumah yang rusak ringan dan sedang di ke dua dusun tersebut.

    Sedianya kata Giyanto, kasus pemotongan dana gempa di Desa Dlingo telah ditangani kejaksaan dengan menyeret mantan Kepala Desa setempat Juni Junaidi ke pengadilan.

    Namun, kasus yang menyeret Juni khusus pemotongan dana bantuan gempa untuk rumah yang rusak berat dengan kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar.

    Sedangkan rusak ringan dan sedang belum tercover. Kasus ini diduga melibatkan aparat dusun setempat yang hingga kini masih aktif bertugas.

    “Kalau kasus sebelumnya Desa Dlingo khusus rusak berat itu yang pelakunya pak Juni, tapi yang kami laporkan ini baru khusus untuk pemotongan dana bantuan rusak ringan dan sedang. Lingkupnya hanya pedukuhan,” ungkapnya usai melaporkan kasus tersebut kemarin.

    Modus dugaan korupsi yang terjadi di Dusun Pakis I dan II relatif sama. Bantuan dana gempa hanya diberikan sebagian oleh aparat desa.

    Giyanto mengaku, bukan kali ini saja melaporkan kasus dugaan korupsi di desanya. Kasus sebelumnya yang menyeret Juni Junaidi diklaim dirinyalah yang awalnya melaporkan.

    “Saya tidak ada pamrih apa-apa ini hanya soal kebenaran saja soal korupsi,” klaim Giyanto.

    memang beda,” pungkas Retno. (bhekti@harianjogja.com)

     

    Leave a reply →

2 Responses to “KORUPSI DANA REKONSTRUKSI GEMPA : Warga Dlingo Laporkan Kasus Baru”

  1. Ngayogyes mengatakan:

    Sekarang sudah era demokrasi, semua urusan keuangan daerah masyarakat bisa memantau dan ikut mengontrol. Jadi bila ada kasus dana bantuan masyarakat, aparat pemerintahan baik dari tingkat dusun, desa hingga paling atas pun jangan pernah coba2 utk ngorupsi. Masyarakat juga jangan takut2 untuk melaporkan pada aparat penegak hukum atas kejadian korupsi di lingkungannya. Tidak ada orang yang kebal hukum di negeri ini.

  2. yongse mengatakan:

    jangan takut hai pak katiyo…kami dibelakangmu berjuanglah demi keadilan.karena pemerataan blm tentu adil justru dengan dalih pemerataan banyak saudara kita yang dirampas haknya demi lepentingan individu yg serakah.kita punya hal ygsama di mata hukum ki ta masyarakat pakis menunggu aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dakon didusun pakis.

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.