• Silpa APBD Solo 2012 Capai Rp202 M

    SOLO – Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) APBD 2012 Kota Solo mencapai Rp202 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi dibanding silpa APBD 2011 yang mencapai sekitar Rp40 miliar. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy), membantah tingginya silpa lantaran banyak alokasi anggaran yang tak terserap.

    Berdasarkan nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban walikota, rincian silpa tersebut yakni kenaikan pendapatan senilai Rp76,6 miliar dan efisiensi belanja daerah Rp107,7 miliar. Selain itu, terdapat dana alokasi khusus (DAK) pendidikan yang tidak terlaksana senilai Rp11,9 miliar dan pembiayaan netto senilai Rp6 miliar.

    Rudy menerangkan tingginya nilai silpa lantaran pendapatan daerah yang melebihi target.

    “Jadi bukan karena anggaran tidak terserap, tetapi pencaiapan pendapatan di atas target. Pendapatan mencapai Rp76 miliar lebih. Selain itu, ada efisiensi anggaran senilai Rp100 miliar,” jelasnya saat ditemui di DPRD Solo, Selasa (26/3/2013).

    Rudy beralasan persoalan DAK pendidikan yang tidak terlaksana lantaran turunnya petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang terlambat.

    “APBD tidak bisa melaksanakan karena juklak juknis-nya terlambat. Sehingga secara total silpa APBD 2012 senilai Rp202 miliar,” kata dia.

    Walikota menambahkan diberlakukannya mekanisme lelang melalui layanan pengadaan secara elektronok (LPSE) membuat penggunaan anggaran lebih efisien.

    “Efisiensinya mencapai Rp100 miliar,” terangnya.

    Lantaran silpa tinggi, Rudy mengusulkan ke DPRD agar di APBD Perubahan mendatang dialokasikan anggaran guna pengaspalan jalan lingkungan ke seluruh kelurahan di Kota Bengawan. Selain itu, silpa tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyelesaian relokasi warga bantaran serta membayar pinjaman ke pusat investasi pemerintah (PIP).

    Leave a reply →

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.