• Penataan Kawasan Stasiun Jebres Terkatung-katung

    Bangunan Stasiun Jebres, Solo yang merupakan salah satu benda cagar budaya. Rencana penataan kawasan Stasiun Jebres terancam berhenti karena mandeknya komunikasi antara Pemkot Solo dengan PT KAI. Foto diambil Minggu (27/1/2013). (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

    SOLO — Rencana penataan kawasan Stasiun Jebres Solo hingga kini masih gelap. Komunikasi yang dijalin Pemkot Solo dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum menghasilkan titik temu.

    Menurut Pejabat Humas PT KAI Daops VI Jogja, Sri Winarto, pihaknya belum bisa memastikan konsep revitalisasi stasiun yang berlabel cagar budaya itu. Sejak akhir tahun lalu, ungkapnya, progress mengenai penataan tersebut masih nihil. “Benar Stasiun Jebres terdaftar sebagai heritage. Namun untuk merevitalisasinya, kami belum tahu akan seperti apa. Komunikasi lanjutan untuk itu juga nihil,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (27/1/2013).

    Sri mengaku belum menerima instruksi PT KAI pusat untuk menyeriusi rencana revitalisasi Stasiun Jebres. Sebagaimana diketahui, akhir tahun lalu Executive Vice President Conservartion and Heritage PT KAI, Ella Ubaidi, sempat melontarkan wacana revitalisasi stasiun. Revitalisasi disebut bakal terintegrasi dengan penataan kawasan di area Pasar Ledoksari dan Pasar Jebres.
    Meski belum memperoleh kepastian, Sri memerkirakan tahapan revitalisasi Stasiun Jebres dimulai tahun ini. Ia mengungkapkan saat ini PT KAI masih mengerjakan restorasi bangunan stasiun di lokasi lain. Diketahui, PT KAI menargetkan upaya pelestarian 548 stasiun berkategori heritage di Indonesia. “Nanti yang meng-handle langsung pusat, tepatnya bidang pelestarian,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Solo, Ahyani, mengatakan revitalisasi bangunan stasiun di luar intervensi Pemkot. Pihaknya memilih menyosialisasikan program itu ke masyarakat sembari menunggu kepastian PT KAI ihwal desain penataan. “Desain sudah diserahkan ke PT KAI untuk dikaji lebih dalam. Namun sampai sekarang memang belum ada jawaban. Kami pilih sosialisasi dulu,” tuturnya.

    Tahun lalu, Pemkot telah mengawali penataan dengan membuat jalur pejalan kaki dan shelter di ujung Jl Ledoksari menuju stasiun. Konsep penataan kawasan Stasiun Jebres sebelumnya disayembarakan dan diserahkan ke PT KAI untuk dieksekusi. Ahyani menambahkan, dana pembuatan detail engineering design (DED) penataan itu diusulkan di APBD Perubahan. “Sementara realisasi fisik direncanakan tahun depan,” tandasnya.

    Leave a reply →

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.