• GELAPKAN DANA PBB
    Suparyono Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

    Pelaku penggelapan dana pajak bumi dan bangunan saat diperiksa di Polres Kulonprogo, Senin (21/1/2013). (JIBI/Harian Jogja/MG. Noviarizal Fernandez)

    KULONPROGO—Setelah sempat menghilang, terduga penggelapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Desa Bumirejo, Suparyono,44, menyerahkan diri ke Polres Kulonprogo, Minggu (20/1/2013) malam. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara.

    Kepada wartawan, Senin (21/1/2013) siang, Kapolres Kulonprogo, AKBP Johanes Setiawan mengatakan Suparyono menyerahkan diri sekitar pukul 20.00 WIB, ditemani oleh istrinya.

    Dia membawa serta 147 slip bukti penyetoran pajak ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Lendah serta beberapa dokuman PBB.

    Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku mengakui penggelapan uang PBB di desa tersebut sudah ia lakukan sejak 2009 silam.

    Secara keseluruhan, ia sudah menilap uang sebesar Rp491 juta, dengan perincian Rp350 juta diberikan kepada kekasih gelapnya yang berinsial YY, sementara sisanya, Rp150 juta digunakan untuk keperluan pribadi.

    “Perincian dana tersebut digunakan untuk keperluan pribadi seperti membeli sepeda motor, perhiasan dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Dia [Suparyono] datang atas kesadaran sendiri, tanpa paksaan dari siapapun,” ujar Kapolres.

    Ia melanjutkan, 24 jam setelah menyerahkan diri, pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka penggelapan, dan ditahan oleh penyidik. Ia dijerat dengan pasal 8 UU No.31/1999 jo UU No.20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

    Suparyono mengatakan ia melarikan diri sejak akhir September 2012 lalu setelah tim verifikasi dari Kecamatan Lendah mencium dugaan penggelapan PBB.

    “Selama melarikan diri, saya menggelandang di Muntilan dan Magelang. Begitu saja, selalu berpindah-pindah di dua tempat itu,” tutur dia.

    Selama melarikan diri, dia kerap berkomunikasi dengan sang istri untuk mengetahui informasi terbaru terkait proses penyelidikan terhadap dirinya. Begitu mengetahui tengah menjadi incaran polisi, sang istri menyarankan dia untuk menyerahkan diri.

    Ia mengaku penggelapan tersebut dilakukannya sendiri dan tidak melibatkan perangkat desa lainnya. Semua itu ia lakukan karena terdorong keinginan untuk hidup mewah dan membahagiakan kekasih gelapnya.

    Kasus ini terkuak setelah tim verifikasi PBB Kecamatan Lendah menemukan selisih penyetoran PBB 2012 sebesar Rp69,5 juta. Setelah dipanggil, Suparyono berjanji bakal menyelesaikan selisih tersebut, tapi dia kemudian melarikan diri.

    Pihak kecamatan kemudian meneruskan laporan tersebut ke Pemkab Kulonprogo, yang segera meneruskan temuan tersebut ke Inspektorat Daerah (Irda) Kulonprogo.

    Caption: Tersangka pengelapan uang PBB Desa Bumirejo, Lendah, Suparyono saat diperiksa di Mapolres Kulonprogo, Senin (21/1) siang.

    Leave a reply →

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.