H+1 Lebaran, Pasar Tradisional Masih Sepi

Bagikan : Facebook | Twitter | Digg | Technorati | Stumbleupon | Delicious |

Kawasan Pasar Klewer terlihat sepi saat Idul Fitri, Minggu (19/8/2012). Kondisi sepi ini terus berlanjut hingga hari Senin ini di mana sejumlah warga luar kota yang hendak berbelanja kecele karena hanya sedikit pedagang yang buka. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

SOLO-Berbagai pasar tradisional di Solo, termasuk Pasar Notoharjo, Semanggi, yang biasanya menjadi rujukan para pemudik berkendaraan pribadi, pada H+1 Lebaran, Senin (20/8/2012), masih sepi pengunjung. Kios-kiosnya masih banyak yang tutup.

Pantauan Solopos.com di sejumlah pasar tradisional, paling banyak hanya sepertiga dari keseluruhan jumlah kios maupun los di pasar-pasar tradisional itu yang sudah buka. Lainnya masih dalam keadaan terkunci rapat karena ditinggal pemiliknya berlebaran. “Biasanya memang seperti ini. Mungkin besok baru ramai karena lebih banyak kios yang buka,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Notoharjo, Nanang Wijanarko.

Nanang sendiri mengaku hari itu hanya untng-untungan buka kios daripada menganggur di rumah karena acara berlebaran bersama keluarga sudah selesai. “Lumayanlah ada pembeli yang datang. Biasanya kalau Lebaran begini yang paling ramai onderdil dan aksesoris mobil maupun sepeda motor. Kalau alat-alat elektrik seperti dagangan saya biasa saja,” jelasnya.

Dari pengamatan memang tampak kios-kios yang paling ramai pembeli adalah kios aksesoris dan onderdil kendaraan. Pembelinya kebanyakan anak muda dan remaja yang ingin mempercantik tampilan sepeda motor mereka. Namun demikian tampak pula sejumlah mobil berpelat nomor luar kota, termasuk Jakarta diparkir di depan kios onderdil dan aksesoris kendaraan. “Mereka kebanyakan membeli aksesoris seperti spion, pelindung bemper dan lain-lain. Mungkin rusak saat di perjalanan,” kata salah seorang pedagang, Basuki.

Hal tersebut dibenarkan Suyamto, pemudik dari Jakarta yang tengah memperbaiki bagian depan mobilnya yang penyok. “Kemain menyenggol pembatas jalan waktu di perjalanan. Saya buru-buru bawa ke sini karena pilihannya lebih banyak, lengkap dan murah,” ujarnya.

Di pasar tradisional lain seperti Pasar Gading, Pasar Klewer maupun Pasar Legi, sebagian besar kios masih tutup. Kios yang buka hanya yang terletak di bagian depan, misalnya yang menjual jajanan untuk oleh-oleh atau kebutuhan lainnya. Salah seorang pengunjung Pasar Klewer, Ismail mengaku sempat kecewa saat datang ke pasar itu bersama keluarganya, Senin siang. Sebab, sebagian besar kios di Pasar Klewer tutup, bahkan gerbangnya juga tutup. Hanya pedagang di emperan depan yang tetap menggelar dhasaran.

“Tadinya saya mau borong batik untuk oleh-oleh keluarga di Lampung, tapi ternyata masih banyak yang tutup. Ya, terpaksa besok kembali lagi,” ujarnya.

Berita Terkait Kategori
  1. [*] Agenda Soloraya Hari Ini
  2. [*] PENANGGULANGAN KEMISKINAN : Pemkot Solo Susun Roadmap Penanggulangan Kemiskinan
  3. [*] POLEMIK HOTEL AZIZA : Manajemen dan Warga Kedunglumbu Capai Kesepakatan
  4. [*] BST : Akhir 2013, Koridor II BST Beroperasi
  5. [*] MOBIL ESEMKA : 700 Konsumen Batal Beli Esemka
  6. [*] SEKOLAH ANTI KORUPSI : “Kritikan untuk Pemerintah”
  7. [*] KPCBN Minta Perbaikan Tembok Masjid Agung Dihentikan
  8. [*] Kesulitan Data Makam Margomulyo, DKP Solo Gandeng Paranormal

Leave a Response

*