Tokoh muda jadi presiden

Bagikan : Facebook | Twitter | Digg | Technorati | Stumbleupon | Delicious |

internet

[SPFM], Politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas menilai, tidak cukup regenerasi kepemimpinan hanya menunggu berjalan secara alami. Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDI-P, menurut Taufiq, harus menunjuk tokoh muda untuk diproyeksikan menjadi pemimpin negara pada Pemilu 2014.

Menurut Taufiq, di internal PDI-P memang sudah memberi ruang bagi tokoh muda untuk maju menjadi calon presiden pada 2014. Namun, elektabilitas tokoh-tokoh muda itu tak terangkat lantaran tak didukung oleh pemimpin parpol.

‘Banyak tokoh muda, tapi enggak pernah pemimpin parpol menunjuk ini jadi presiden,’ kata Taufiq di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).  Sebelumnya, Megawati mengatakan, regenerasi kepemimpinan jangan dipaksakan. Proses regenerasi harus berjalan alami. ‘Regenerasi boleh, tapi alami saja. Regenerasi kalau direkayasa ada unsur pemaksaan,’ kata Megawati.

Taufiq memberi contoh tingginya dukungan untuk pasangan yang relatif masih muda, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 berdasarkan hasil hitung cepat. Tingginya dukungan itu, menurut Taufiq, lantaran proses regenerasi dipimpin langsung oleh Megawati.  ‘Jadi Mbak Mega harus mencalonkan orang lain besok (Pilpres 2014 ),’ kata suami Megawati itu.

Seperti diberitakan, saat ini elektabilitas Megawati sebagai capres paling tinggi di internal PDI-P, bahkan dibanding tokoh dari parpol lain. Meski demikian, DPP PDI-P menilai belum waktunya untuk membicarakan masalah pencapresan.

Nah, menurut Anda, apakah dalam pemilihan presiden mendatang merupakan saat yang tepat untuk tampilnya tokoh muda? Sampaikan pendapat, komentar, dan pengalaman Anda melalui Dinamika 103 edisi Rabu (11/7) pukul 08.10-10.00 WIB dengan mengirim SMS ke 0817444103, 081226103103, atau telpon [0271] 739389, 739367. [SPFM/kompas/ary]

Tokoh muda jadi presiden

Bagikan : Facebook | Twitter | Digg | Technorati | Stumbleupon | Delicious |

internet

[SPFM], Politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas menilai, tidak cukup regenerasi kepemimpinan hanya menunggu berjalan secara alami. Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDI-P, menurut Taufiq, harus menunjuk tokoh muda untuk diproyeksikan menjadi pemimpin negara pada Pemilu 2014.

Menurut Taufiq, di internal PDI-P memang sudah memberi ruang bagi tokoh muda untuk maju menjadi calon presiden pada 2014. Namun, elektabilitas tokoh-tokoh muda itu tak terangkat lantaran tak didukung oleh pemimpin parpol.

‘Banyak tokoh muda, tapi enggak pernah pemimpin parpol menunjuk ini jadi presiden,’ kata Taufiq di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).  Sebelumnya, Megawati mengatakan, regenerasi kepemimpinan jangan dipaksakan. Proses regenerasi harus berjalan alami. ‘Regenerasi boleh, tapi alami saja. Regenerasi kalau direkayasa ada unsur pemaksaan,’ kata Megawati.

Taufiq memberi contoh tingginya dukungan untuk pasangan yang relatif masih muda, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 berdasarkan hasil hitung cepat. Tingginya dukungan itu, menurut Taufiq, lantaran proses regenerasi dipimpin langsung oleh Megawati.  ‘Jadi Mbak Mega harus mencalonkan orang lain besok (Pilpres 2014 ),’ kata suami Megawati itu.

Seperti diberitakan, saat ini elektabilitas Megawati sebagai capres paling tinggi di internal PDI-P, bahkan dibanding tokoh dari parpol lain. Meski demikian, DPP PDI-P menilai belum waktunya untuk membicarakan masalah pencapresan.

Nah, menurut Anda, apakah dalam pemilihan presiden mendatang merupakan saat yang tepat untuk tampilnya tokoh muda? Sampaikan pendapat, komentar, dan pengalaman Anda melalui Dinamika 103 edisi Rabu (11/7) pukul 08.10-10.00 WIB dengan mengirim SMS ke 0817444103, 081226103103, atau telpon [0271] 739389, 739367. [SPFM/kompas/ary]

Tokoh muda jadi presiden

internet

[SPFM], Politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas menilai, tidak cukup regenerasi kepemimpinan hanya menunggu berjalan secara alami. Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDI-P, menurut Taufiq, harus menunjuk tokoh muda untuk diproyeksikan menjadi pemimpin negara pada Pemilu 2014.

Menurut Taufiq, di internal PDI-P memang sudah memberi ruang bagi tokoh muda untuk maju menjadi calon presiden pada 2014. Namun, elektabilitas tokoh-tokoh muda itu tak terangkat lantaran tak didukung oleh pemimpin parpol.

‘Banyak tokoh muda, tapi enggak pernah pemimpin parpol menunjuk ini jadi presiden,’ kata Taufiq di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).  Sebelumnya, Megawati mengatakan, regenerasi kepemimpinan jangan dipaksakan. Proses regenerasi harus berjalan alami. ‘Regenerasi boleh, tapi alami saja. Regenerasi kalau direkayasa ada unsur pemaksaan,’ kata Megawati.

Taufiq memberi contoh tingginya dukungan untuk pasangan yang relatif masih muda, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 berdasarkan hasil hitung cepat. Tingginya dukungan itu, menurut Taufiq, lantaran proses regenerasi dipimpin langsung oleh Megawati.  ‘Jadi Mbak Mega harus mencalonkan orang lain besok (Pilpres 2014 ),’ kata suami Megawati itu.

Seperti diberitakan, saat ini elektabilitas Megawati sebagai capres paling tinggi di internal PDI-P, bahkan dibanding tokoh dari parpol lain. Meski demikian, DPP PDI-P menilai belum waktunya untuk membicarakan masalah pencapresan.

Nah, menurut Anda, apakah dalam pemilihan presiden mendatang merupakan saat yang tepat untuk tampilnya tokoh muda? Sampaikan pendapat, komentar, dan pengalaman Anda melalui Dinamika 103 edisi Rabu (11/7) pukul 08.10-10.00 WIB dengan mengirim SMS ke 0817444103, 081226103103, atau telpon [0271] 739389, 739367. [SPFM/kompas/ary]

Tokoh muda jadi presiden

internet

[SPFM], Politisi senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas menilai, tidak cukup regenerasi kepemimpinan hanya menunggu berjalan secara alami. Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDI-P, menurut Taufiq, harus menunjuk tokoh muda untuk diproyeksikan menjadi pemimpin negara pada Pemilu 2014.

Menurut Taufiq, di internal PDI-P memang sudah memberi ruang bagi tokoh muda untuk maju menjadi calon presiden pada 2014. Namun, elektabilitas tokoh-tokoh muda itu tak terangkat lantaran tak didukung oleh pemimpin parpol.

‘Banyak tokoh muda, tapi enggak pernah pemimpin parpol menunjuk ini jadi presiden,’ kata Taufiq di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/7).  Sebelumnya, Megawati mengatakan, regenerasi kepemimpinan jangan dipaksakan. Proses regenerasi harus berjalan alami. ‘Regenerasi boleh, tapi alami saja. Regenerasi kalau direkayasa ada unsur pemaksaan,’ kata Megawati.

Taufiq memberi contoh tingginya dukungan untuk pasangan yang relatif masih muda, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 berdasarkan hasil hitung cepat. Tingginya dukungan itu, menurut Taufiq, lantaran proses regenerasi dipimpin langsung oleh Megawati.  ‘Jadi Mbak Mega harus mencalonkan orang lain besok (Pilpres 2014 ),’ kata suami Megawati itu.

Seperti diberitakan, saat ini elektabilitas Megawati sebagai capres paling tinggi di internal PDI-P, bahkan dibanding tokoh dari parpol lain. Meski demikian, DPP PDI-P menilai belum waktunya untuk membicarakan masalah pencapresan.

Nah, menurut Anda, apakah dalam pemilihan presiden mendatang merupakan saat yang tepat untuk tampilnya tokoh muda? Sampaikan pendapat, komentar, dan pengalaman Anda melalui Dinamika 103 edisi Rabu (11/7) pukul 08.10-10.00 WIB dengan mengirim SMS ke 0817444103, 081226103103, atau telpon [0271] 739389, 739367. [SPFM/kompas/ary]

Leave a Response

*