Rusia [SPFM], Perusahaan Pesawat asal Rusia, Sukhoi Civil Aviation, tidak putus asa untuk memasarkan produknya di Indonesia, meskipun saat ujicoba di Indonesia mengalami kecelakaan. Bahkan, Sukhio tetap berusaha mendapat sertifikat penerbangan di Indonesia untuk Sukhoi Superjet 100. Wakil Presiden Sukhoi Civil Aviation, Igor Vinogradov dilansir dari RIA Novost Minggu (1/7) mengatakan, pihaknya telah menerima rekomendasi dari tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia. Namun dalam rekomendasi itu tidak disebutkan adanya masalah pada pesawat yang nahas tersebut. Vingogradov menepis spekulasi yang menyatakan rekomendasi KNKT itu menyebut adanya masalah navigasi, dan sistem pendingin yang berkontribusi pada kecelakaan tragis itu.
Vinogradov berharap, sertifikasi untuk Sukhoi Superjet 100, akan segera keluar. Seperti diberitkan/ Pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan demo terbang dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Mei lalu. Pesawat kemudian ditemukan menabrak tebing dan jatuh di Gunung Salak. Sebanyak 45 orang yang berada di dalam pesawat tewas.[vivanews/hen]
Rusia [SPFM], Perusahaan Pesawat asal Rusia, Sukhoi Civil Aviation, tidak putus asa untuk memasarkan produknya di Indonesia, meskipun saat ujicoba di Indonesia mengalami kecelakaan. Bahkan, Sukhio tetap berusaha mendapat sertifikat penerbangan di Indonesia untuk Sukhoi Superjet 100. Wakil Presiden Sukhoi Civil Aviation, Igor Vinogradov dilansir dari RIA Novost Minggu (1/7) mengatakan, pihaknya telah menerima rekomendasi dari tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia. Namun dalam rekomendasi itu tidak disebutkan adanya masalah pada pesawat yang nahas tersebut. Vingogradov menepis spekulasi yang menyatakan rekomendasi KNKT itu menyebut adanya masalah navigasi, dan sistem pendingin yang berkontribusi pada kecelakaan tragis itu.
Vinogradov berharap, sertifikasi untuk Sukhoi Superjet 100, akan segera keluar. Seperti diberitkan/ Pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan demo terbang dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Mei lalu. Pesawat kemudian ditemukan menabrak tebing dan jatuh di Gunung Salak. Sebanyak 45 orang yang berada di dalam pesawat tewas.[vivanews/hen]
Rusia [SPFM], Perusahaan Pesawat asal Rusia, Sukhoi Civil Aviation, tidak putus asa untuk memasarkan produknya di Indonesia, meskipun saat ujicoba di Indonesia mengalami kecelakaan. Bahkan, Sukhio tetap berusaha mendapat sertifikat penerbangan di Indonesia untuk Sukhoi Superjet 100. Wakil Presiden Sukhoi Civil Aviation, Igor Vinogradov dilansir dari RIA Novost Minggu (1/7) mengatakan, pihaknya telah menerima rekomendasi dari tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia. Namun dalam rekomendasi itu tidak disebutkan adanya masalah pada pesawat yang nahas tersebut. Vingogradov menepis spekulasi yang menyatakan rekomendasi KNKT itu menyebut adanya masalah navigasi, dan sistem pendingin yang berkontribusi pada kecelakaan tragis itu.
Vinogradov berharap, sertifikasi untuk Sukhoi Superjet 100, akan segera keluar. Seperti diberitkan/ Pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan demo terbang dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Mei lalu. Pesawat kemudian ditemukan menabrak tebing dan jatuh di Gunung Salak. Sebanyak 45 orang yang berada di dalam pesawat tewas.[vivanews/hen]