• Solo gagas wisata air

    Solo [SPFM], Pemerintah Kota Solo mewacanakan untuk menghidupkan kembali jalur transportasi air di sepanjang sungai Bengawan Solo. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo, Sabtu (17/3) di rumah dinasnya. Menurut Rudy, kegiatan Save Bengawan Solo yang dilakukan group 2 Kopassus Kandang Menjangan dalam 3 hari terakhir ini, menunjukkan, Bengawan Solo sangat potensial sebagai jalur lalu lintas air. Lebar sungai dan arusnya yang deras, serta melewati wilayah yang luas, harusnya dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas darat.

    Rudy menjelaskan, pemanfaatan jalur air ini, sebelumnya telah dilakukan sejak jaman kerajaan Mataram hingga penjajahan Belanda, terbukti dari adanya dermaga-dermaga di tepi Bengawan. Jalur air mulai sepi, setelah masyarakat lebih memilih menggunakan jalur darat. Pemkot akan berembug dengan sejumlah kabupaten di Soloraya yang dilewati sungai ini terkait wacana tersebut. Dengan kesepakatan tersebut, diharapkan jalur ini dapat dihidupkan hingga Bojonegoro.

    Lebih lanjut Rudy menjelaskan, pembersihan Bengawan Solo dari limbah harus dilakukan, agar arusnya tidak terhambat. Selain itu, pembuangan limbah pabrik ke Bengawan Solo harus mula ditindak tegas agar pengotoran sungai tidak terus berlangsung.[SPFM/lia]

    Leave a reply →

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Artikel

  • Solo gagas wisata air

    Solo [SPFM], Pemerintah Kota Solo mewacanakan untuk menghidupkan kembali jalur transportasi air di sepanjang sungai Bengawan Solo. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo, Sabtu (17/3) di rumah dinasnya. Menurut Rudy, kegiatan Save Bengawan Solo yang dilakukan group 2 Kopassus Kandang Menjangan dalam 3 hari terakhir ini, menunjukkan, Bengawan Solo sangat potensial sebagai jalur lalu lintas air. Lebar sungai dan arusnya yang deras, serta melewati wilayah yang luas, harusnya dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas darat.

    Rudy menjelaskan, pemanfaatan jalur air ini, sebelumnya telah dilakukan sejak jaman kerajaan Mataram hingga penjajahan Belanda, terbukti dari adanya dermaga-dermaga di tepi Bengawan. Jalur air mulai sepi, setelah masyarakat lebih memilih menggunakan jalur darat. Pemkot akan berembug dengan sejumlah kabupaten di Soloraya yang dilewati sungai ini terkait wacana tersebut. Dengan kesepakatan tersebut, diharapkan jalur ini dapat dihidupkan hingga Bojonegoro.

    Lebih lanjut Rudy menjelaskan, pembersihan Bengawan Solo dari limbah harus dilakukan, agar arusnya tidak terhambat. Selain itu, pembuangan limbah pabrik ke Bengawan Solo harus mula ditindak tegas agar pengotoran sungai tidak terus berlangsung.[SPFM/lia]

    Leave a reply →

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Artikel

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Artikel

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.